Saturday, 11 November 2017

Wiranto Sebut KKB Hanya Mengisolasi, Suryo Prabowo: Seandainya Ini Tahun 1996..

Wiranto Sebut KKB Hanya Mengisolasi, Suryo Prabowo: Seandainya Ini Tahun 1996..

Berita Islam 24H - Sebanyak sekitar 1300 warga Distrik Tembagapura, Mimiki Papua, disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker. Kelompok ini sebelumnya pernah beberapa kali terlibat baku tembak dengan kepolisian.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengatakan, kejadian tersebut bukan bagian dari penyanderaan, melainkan KKB hanya mengisolasi daerah Tembagapura.

"Jadi di sana ada mungkin sekitar 8.000 pendulang emas. Kemudian ada upaya kelompok kriminal bersenjata bukan menyandera tapi mengisolasi daerah itu," jelas Wiranto saat di temui di Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 10 November 2017.

Pernyataan Wiranto kemudian dikritisi oleh Letjen (Purn) Suryo Prabowo melalui akun facebooknya.

SEANDAINYA sekarang tahun 1996

Mungkin lain lagi cara penanganan kasus penyanderaan OPM terhadap 1.300 warga Desa Kimbely dan Desa Banti, Papua.

Pastinya tidak pakai isolasi/lakban.


Kata Golkar: Walau Media Menggiring, Novanto Tidak Jatuh

Kata Golkar: Walau Media Menggiring, Novanto Tidak Jatuh

Berita Islam 24H - Penetapan status tersangka untuk kedua kalinya oleh KPK atas Ketua DPR RI, Setya Novanto, membuat konstelasi politik di Partai Golkar bergejolak.

"Tekait status Ketua Umum kami, bukan tidak mungkin akan menjadikan kondisi internal bergejolak" kata Wasekjen DPP Golkar, Maman Abdurahman, dalam diskusi Perspektif Indonesia, di Gado-gado Boplo, Sabtu (11/11).

Walau demikian, lanjut Maman, sampai hari ini tidak ada alasan yang sah berdasar peraturan partai untuk melengserkan Setya Novanto dari posisinya sebagai Ketua Umum Golkar. Hal itu berlaku meski ada penggiringan opini ke arah sana oleh media.

"Walaupun opini media menggiring Ketum kami sebaiknya mundur dari posisinya, tapi kami lihat sampai saat ini belum ada dalil konstitusionalnya," jelas Maman.

Maman terangkan bahwa Setya Novanto telah membentuk tim tersendiri di luar Partai Golkar. Tujuannya agar Novanto tetap fokus dalam menjalankam roda organisasi kepartaian.

"Tidak melibatkan internal, Ketum punya tim sendiri," jelas Maman.

Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek E-KTP.

KPK menduga Novanto menguntungkan diri sendri atau korporasi atau orang lain dengan menyalahgunakan jabatan atau kewenangan dan kedudukan yang mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun, dari nilai paket pengadaan senilai Rp 5,9 triliun.

Saat proyek itu bergulir, Novanto tengah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. KPK menduga ia melanggar hukum bersama Direktur PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharja; pengusaha, Andi Agustinus, dan dua eks pejabat Kemendagri, yaitu Irman dan Sugiaharto. [beritaislam24h.info / rmol]
Kata Buruh, "Saya menyesal sudah pilih Anies-Sandi, lebih baik Ahok deh"

Kata Buruh, "Saya menyesal sudah pilih Anies-Sandi, lebih baik Ahok deh"

Berita Islam 24H - Ratusan buruh menyesal sudah memilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta. Mereka merasa sudah dibohongi dan dikhianati lantaran keduanya tidak menepati janji semasa kampanye.

Seperti yang dirasakan Zulfandi misalnya. Pria yang bekerja di pabrik kalkulator di Cilincing ini mengaku hanya mendapatkan Rp 3,6 juta per bulan, padahal dirinya pernah dijanjikan kalau honornya akan lebih dari itu.

"Saya nyesal sudah milih Anies-Sandi. Kalau soal (honor) , lebih baik Ahok deh (mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama)," sesal Zulfandi saat ditemui di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Dia tak menyangka, sikap Anies dan Sandiaga saat ini sangat berbeda dengan janji semasa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Khususnya terkait penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2018 sebesar Rp 3,6 juta.

Padahal para buruh tersebut memilih pasangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 karena menganggap pola pikir mereka jauh lebih baik dari Ahok. Kala itu dia yakin dua pemimpin baru tersebut tidak gampang lupa dengan janjinya.

"Kita enggak pernah pilih, kalau yang kita calonkan orang sakit ingatan," kata Zulfandi.

Perwakilan buruh lainnya mengungkit kembali sikap gubernur-gubernur pendahulu Anies. Menurut mereka, semuanya sama-sama pembohong.

"Kalau mau pilkada blusukan, datang ke kampung-kampung, datang ke kampung saya tuh. Datang ke got-got nyemplung, datangi buruh cuma diskusi," kata buruh lainnya dalam orasi.

Penetapan UMP 2018 menjadi titik awal kekecewaan para buruh terhadap Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Besaran UMP yang ditetapkan dinilai tidak sesuai keinginan mereka.

Anies menetapkan UMP 2018 sebesar Rp 3.648.035, naik 8,71 persen dari UMP 2017. Dalam menetapkan UMP itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan undang-undang lain.

Sedangkan keinginan buruh besar UMP 2018 adalah Rp 3,9 juta. Ketika demo berlangsung, mereka membawa spanduk besar berisi kontrak politik yang telah ditandatangani Anies-Sandi saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. [beritaislam24h.info / kml]
Nasdem Usung Viktor Laiskodat di Pilkada NTT

Nasdem Usung Viktor Laiskodat di Pilkada NTT

Berita Islam 24H - Partai Nasdem akan mengusung Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai bakal calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018 mendatang.

Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, penunjukan Viktor karena dinilai sebagai figur yang tepat untuk maju bertarung memperebutkan kursi nomor satu di provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia itu.

Kemunculan nama Viktor itu akhirnya membatalkan koalisi Partai Nasdem dan Golkar, yang sebelumnya secara terbuka telah mengusung nama Jacki Uly dan Melki Laka Lena sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT.

"Rencana koalisi Nasdem-Golkar untuk Pilgub NTT pada akhirnya belum dapat menghasilkan kesepakatan politik dan karenanya tidak dapat diteruskan," kata Johnny, Jumat (10/11/2017).

"Memperhatikan pentingnya Pilgub NTT bagi penyelenggaraan pemerintahan Provinsi NTT dan demi kepentingan masyarakat NTT, maka Partai Nasdem dengan serius mempertimbangkan Victor Bungtilu Laiskodat yang adalah Ketua Fraksi Nasdem DPR RI sebagai cagub NTT pada pilkada 2018 yang akan datang," sambung dia.

Selanjutnya, kata Johnny, secara cepat DPP Partai Nasdem akan mengambil inisiatif membangun potensi koalisi strategis NTT dengan beberapa partai terkait perkembangan politik tersebut.

Menurut Johnny, yang juga adalah anggota DPR RI asal NTT itu, cepatnya perubahan perkembangan politik dalam minggu ini adalah hal yang biasa dan tidak mengejutkan. Nasdem, kata dia, menanggapinya sebagai bagian dari lingkungan politik yang dinamis.

Adapun Jacki Uli yang sebelumnya telah diumumkan ke publik sebagai bakal calon gubernur akan mengumumkan sikapnya dan kembali fokus sebagai Ketua DPW Nasdem NTT. [beritaislam24h.info / lp6]

Friday, 10 November 2017

Solidaritas Bela Islam Ancaman Serius PDIP Di Pilgub Jabar, Jateng, Dan Jatim

Solidaritas Bela Islam Ancaman Serius PDIP Di Pilgub Jabar, Jateng, Dan Jatim

Berita Islam 24H - Gerakan solidaritas Aksi Bela Islam akan menyapa Pilgub Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Secara eksplisit, Faizal Assegaf meyakinkan Aksi Bela Islam yang dimotori Habib Rizieq dan para ulama kritis sudah pasti akan lebih agresif dan ekspansif di Pilkada 2018.

"Kalau Pilgub Jawa Tengah kekuatan akan berimbang sehingga Megawati terlihat agak enteng. Tapi di arena Pilgub Jabar dan Jatim, PDIP akan menghadapi arus perlawanan serius dari gerakan Aksi Bela Islam," ujar ketua Progres 98 itu dalam keterangannya, Jumat (10/11).

Dan menariknya, lanjut Faizal, konsolidasi gerakan Aksi Bela Islam sampai sejauh ini belum melakukan gebrakan apapun. Tapi reaksi ketakutan dan kepanikan kian mencolok, menurut dia, ditunjukkan oleh Megawati dan PDI Perjuangan.

"Mega dan PDIP sadar bahwa kekuatan solidaritas Aksi Bela Islam adalah ancaman serius yang dapat memporak-porandakan agenda politik mereka di Jabar, Jateng dan Jatim," terangnya.

"Maklum, Megawati dan PDIP dicap oleh umat Islam sebagai kelompok pembela kepentingan konglomerat taipan dan loyalis pendukung narapidana penista agama alis Ahok," cetus mantan aktivis mahasiswa 98 itu.

Stigma negatif tersebut, suka atau tidak, Faizal menilai telah menempatkan PDIP sebagai barang haram dan menjadi musuh bersama umat Islam.

Kalaupun PDIP berpura-pura 'mesra' dengan segelintir tokoh Nahdlatul Ulama, hal itu dinilainya tidak akan mampu mengubah citra mereka yang terlanjur dinilai anti Islam. Terlebih Sekjen PDIP Hasto Kristianto yang merupakan orang dekat Megawati acapkali melontarkan pernyatan yang menyiram luka di hati umat.

"Saya kira, Prabowo Subianto, Habib Rizieq, Amien Rais, elite PKS dan para tokoh Islam nasional akan tampil memandu kebangkitan Islam di Jabar, Jateng dan Jatim," ujar Faizal, optimis.

Menurut dia, pertarungan Pilgub di tiga wilayah tersebut sangat menentukan formasi politik jelang Pilpres 2019. Namun, dia yakin bila umat Islam bersatu maka dipastikan Megawati, Jokowi dan PDIP akan keok. [beritaislam24h.info / rmol]
Sandi Jawab Tudingan Pembohong oleh Buruh di Aksi Hari Pahlawan

Sandi Jawab Tudingan Pembohong oleh Buruh di Aksi Hari Pahlawan

Berita Islam 24H - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandi menjawab tudingan para buruh yang menyebutnya telah berbohong dan mengingkari janji saat kampanye. "Kami fokus all out, tidak akan pernah lari dari komitmen kami untuk mennyejahterakan buruh," kata Sandi di Balai Kota DKI, Jumat, 10 November 2017.

Sandi mengatakan, kesejahteraan para buruh harus diangkat dengan meringankan biaya hidup mereka. Sebab, Sandi melihat bahwa perekonomian saat ini sedang lesu dan membuat daya beli masyarakat turun.

Untuk menekan biaya hidup buruh, Sandi mengatakan bahwa pemerintah hadir dengan membuat kebijakan di bidang transportasi dan belanja sehari-hari. Sehingga, ia menyebutkan akan menggratiskan tarif naik Transjakarta kepada buruh, dan memberikan insentif jika mereka berbelanja di pasar milik PD Pasar Jaya dengan harga jauh di bawah eceran pasar tradisional.

"Itu yang akan kami lakukan sebagai bentuk intervensi. Keberpihakan Anies-Sandi untuk rekan-rekan serikat pekerja yang ber-KTP DKI dan tinggal di daerah-daerah terpantau survei yang perlu kami bantu hidup layaknya," ujar Sandi.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menyebut Anies-Sandi sebagai pemimpin pembohong karena menetapkan upah yang tak sesuai dengan janji kampanye. Menurut Iqbal, pemimpin DKI tidak pernah memikirkan nasib buruh lantaran upah yang ditetapkan lebih rendah dari Bekasi dan Karawang. Padahal biaya hidup di DKI jauh lebih besar ketimbang dua daerah itu.

Said Iqbal bersama buruh lainnya pun melakukan unjuk rasa di Balai Kota DKI, hari ini yang bertepatan Hari Pahlawan, memprotes kebijakan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ia mendesak pemerintah merevisi penetapan UMP DKI 2018 sebesar Rp 3,6 juta menjadi Rp 3,9 juta. Ia menilai, upah yang layak justru bisa memicu daya beli. "Daya beli bisa naik kalau upah tidak murah," kata dia. [beritaislam24h.info / tc]