Friday, 3 November 2017

Kisah Umar bin Khattab Mengubah Rakyat yang Benci Jadi Cinta

Kisah Umar bin Khattab Mengubah Rakyat yang Benci Jadi Cinta

Berita Islam 24H - Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah tokoh fenomenal. Kisah Umar bin Khattab adalah kisah yang tak pernah habis hikmahnya.

Beliau sahabat Rasulullah yang kepemimpinan dan pengaruhnya diakui bukan hanya oleh umat Islam namun juga tokoh non muslim. Karya monumental Michael H Hart yang berjudul The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History menjadi salah satu buktinya.

Hart menempatkan nama Umar bin Khattab sebagai salah seorang dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia sepanjang sejarah. Sedangkan peringkat pertama, dengan penuh kejujuran Hart menempatkan Muhammad Rasulullah.

Dalam The 100, Umar dimasukkan sebagai salah seorang tokoh paling berpengaruh di dunia sepanjang sejarah karena di bawah kepemimpinannya, ia mampu mencapai perluasan wilayah Islam yang fantastis.

Kepemimpinan Umar yang sangat efektif demikian mempengaruhi manusia sehingga umat Islam mencapai futuhat yang luar biasa. Sedangkan kalangan non muslim waktu itu, mereka segan dan hormat kepada Umar.

Salah satu keistimewaan kepemimpinan Umar bin Khattab, selain keteladanan, adalah doa. Kisah Umar bin Khattab yang diabadikan Ibnu Qutaibah rahimahullah dalam Al Imamah was Siyasah menunjukkan bagaimana doanya dengan izin Allah membuat orang-orang yang semula benci berubah menjadi sangat mencintai Umar.

Setelah dipilih Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu menggantikan beliau sebagai khalifah kedua, mayoritas umat sami’na wa atha’na membaiat Umar.

Namun, ada sejumlah pihak yang tidak menyukainya terutama karena takut Umar akan otoriter dan bertangan besi.

Suatu hari saat duduk di kursi khalifah di dalam masjid, seseorang datang menghampiri.

“Wahai Amirul Mukminin, bolehkah aku mendekat padamu? Aku ada keperluan?” kata lelaki itu seperti dikutip Ibnu Qutaibah.

“Tidak,” jawab Umar. Mungkin waktu itu ia tengah memikirkan perkara yang serius atau sedang bertafakur.

“Kalau begitu akau akan pergi dan Allah akan membuatku tak lagi butuh padamu.”

Sebelum lelaki itu pergi, Umar memanggilnya. “Apa keperluanmu?”

“Orang-orang membencimu. Mereka tak menyukaimu,” rupanya ia hendak melaporkan hal itu.

“Mengapa mereka membenciku?”

“Karena mulut dan tongkatmu.”

Mendengar itu, Umar lantas menengadahkan tangan ke langit. “Ya Allah, jadikanlah mereka mencintaiku dan aku mencintai mereka.”

Lelaki itu kemudian bercerita, “Belum sampai Umar menurunkan tangannya, aku tidak menemukan orang lain di muka bumi yang lebih aku cintai daripada Umar.”

Ibnu Qutaibah juga menuturkan kisah lainnya. Sewaktu mendengar Abu Bakar sakit, penduduk Syam khawatir ia akan wafat dan kemudian khalifah dipegang oleh Umar. Ketika Umar benar-benar menjadi khalifah, mereka pun mengutus perwakilan untuk datang ke Madinah.

“Bagaimana kabar penduduk Syam?” tanya Umar kepada utusan tersebut.

“Mereka sehat dan shalih. Namun mereka tidak menyukaimu pemerintahmu. Dan mereka takut syirik. Karenanya mereka mengutus kami untuk melihatmu apakah engkau sosok yang manis atau pahit.”

Umar bin Khattab menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa: “Ya Allah, jadikanlah mereka mencintaiku dan aku mencintai mereka.”

Usai doa itu, penduduk Syam mencintai Umar. Bahkan seluruh jazirah Arab mencintainya sehingga ia memerintah selama 10 tahun tanpa gejolak internal.

Wahai para pemimpin hari ini, sudahkah Anda berdoa saat ada orang-orang yang tidak menyukai Anda?

Wahai para guru, sudahkah kita berdoa saat ada murid yang tidak menyukai kita?

Wahai para ayah, sudahkah kita berdoa saat anak-anak kurang mencintai dan kurang dekat dengan kita?

Wahai para suami, sudahkah kita berdoa saat istri tidak menyukai beberapa hal dalam diri kita?

Semoga kisah Umar bin Khattab ini menjadi ibrah dan membawa hikmah bagi kita. Bahwa doa adalah bagian dari solusi. Bahkan ia adalah solusi utama sebab pada hakikatnya kita tidak mampu mengubah hati. Yang bisa mengubah dan membolak-balikkannya adalah Allah. Maka berdoalah kepadaNya. [beritaislam24h.info / khc]

Monday, 23 October 2017

Masya Allah, penjara menempa Angelina Sondakh hapalkan 15 Juz Al Quran

Masya Allah, penjara menempa Angelina Sondakh hapalkan 15 Juz Al Quran

Berita Islam 24H - Ujian adalah tanda sayang Allah kepada kita. Allah ingin menaikkan derajat kita di mataNya.

Angelina sondakh sekarang masih berada di penjara. Tempat terhina di muka bumi ini. Tapi ternyata itu bukan tempat hukuman baginya. Allah menyelamatkan dia dari godaan dunia yang fana.

Hari ini kak di penjara, Angelina sondakh sudah hafal 15 juz Alquran. Bahkan menjadi guru ngaji disana.

Sedangkan kita sudah hafal berapa juz kak?

Diri ini suka ngecap oranglain buruk. Padahal berkacalah, adakah diantara kita yg yakin tak punya dosa sampai detik ini?

Allah menghinakan Angelina Sondakh sehina hinanya, dan Allah pula yang mengangkat derajatnya.

Jangan sombong atas amal amal sholeh kita hari ini. Merasa diri lebih baik dari oranglain. Padahal Allah sedang menutup aib aib kita. Dan sampai detik ini kita gag sadar amal habis karena perbuatan kita sendiri.

Taubatlah kak. Taubat... Selagi Allah masih memberikan detak di jantung kita.

Apa yg kamu cari di dunia ini? Uang tidak bisa membeli ketenangan. Cari Allah maka hatimu akan tenang. Jadilah pasukan amal amal sholeh. Deket sama orang-orang sholeh. Jadilah wasilah kebaikan.

Taukah kamu ada bisnis yang tak pernah merugi yaitu ketika kita berbisnis dengan Allah :).

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan (BISNIS) yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.” (QS. Ash Shoff: 10-11).

Yukkk daftarkan diri kita menjadi employee of Allah. Dakwah terus sampai Allah mengatakan saatnya kita pulang :)

Jangan pernah bosan jadi orang baik.

By Tri widayanti
Founder Komunitas Emakpreuneur Indonesia
One family, One business

Thursday, 12 October 2017

Heboh Penghujat Pelaku Poligami, Begini Jawaban Telak Al-Qur'an

Heboh Penghujat Pelaku Poligami, Begini Jawaban Telak Al-Qur'an

Berita Islam 24H - Poligami kembali menjadi perbincangan hangat yang mengarah pada perdebatan sengit. Bermula dari pernikahan ketiga dai nasional KH Muhammad Arifin Ilham, poligami sebagai syariat Islam kembali dilecehkan.

Tak puas, para penghujat juga tak segan-segan menghina Arifin Ilham yang memperkenalkan istri ketiganya melalui media sosial. Padahal, mengumumkan pernikahan merupakan bagian dari Sunnah Nabi agar tidak timbul fitnah di kemudian hari.

Mahabenar Allah Ta'ala dengan segala firman-Nya. Karena ternyata, Allah Ta'ala sudah menyampaikan kaidah amat penting yang bisa digunakan sebagai bantahan kepada para pembenci poligami dan penghina pelakunya.

Diantara hinaan atau celaan yang kerap disampaikan oleh para pembenci poligami ialah terkait keadilan suami. Tak tanggung-tanggung, mereka kemudian menyatakan, "Mana mungkin adil? Hari pertama di istri ketiga, stamina ok. Hari kedua di istri kedua, stamina masih jos. Hari ketiga di istri pertama, eh loyo."

Mereka, para penghina itu, mempersoalkan tidak adilnya suami kepada para istri terkait jima' atau hubungan badan. Padahal, sebagaimana disebutkan di dalam ayat Al-Qur'an, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun tak bisa melakukannya.

Dalam soal syahwat, kecenderungan hati, dan jima', semua laki-laki pasti memiliki kecenderungan kepada salah satu istrinya. Mustahil seorang laki-laki bisa berlaku adil. Bahkan Nabi berdoa memohon ampun kepada Allah Ta'ala atas ketidakadilan beliau dalam soal syahwat, perasaan, dan jima'.

"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

'Abdullah bin 'Abbas, 'Ubaidah As-Salami, Mujahid, Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim, sebagaimana dikutip Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, menerangkan ayat ini dengan menyatakan, "Wahai manusia, kalian tidak akan sanggup bersikap adil di antara istri-istri kalian dari berbagai sisi. Sekalipun pembagian malam demi malam kalian bisa berlaku adil, akan tetapi tetap saja ada perbedaan dalam rasa cinta, syahwat, dan jima'."

Imam Ibnu Katsir juga menerangkan, ayat ini diturunkan kepada Ummul Mu'min 'Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq yang sangat dicintai Nabi melebihi kecintaan kepada istri-istri yang lain. Sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berdoa;

اللهم هذا قسمي فيما املك فلا تلمني فيماتملك ولا املك

"Ya Allah, inilah pembagianku yang aku mampu. Maka janganlah Engkau cela aku pada apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki." (HR Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi).

Bayangkan, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saja mengaku tidak bisa adil dalam hal perasaan cinta, syahwat, dan jima', lalu dimanakah logika orang-orang yang mempersoalkan hal ini pada manusia selain Nabi Muhammad? [beritaislam24h.info / tbc]

Friday, 29 September 2017

Mengapa Syiah Mencambuk Diri di Hari Asyura? Buya Yahya Bongkar Rahasianya

Mengapa Syiah Mencambuk Diri di Hari Asyura? Buya Yahya Bongkar Rahasianya

Berita Islam 24H - Salah satu ritual syiah adalah melakukan tathbir, melukai diri sendiri di hari asyura. Sebagian besarnya berbentuk aktifitas mencambuk diri menggunakan rantai besi atau pedang berantai.

Mengapa mereka berbuat demikian? Benarkah sekedar bentuk duka cita atas kematian Husein? Ternyata bukan. Mungkin Syiah mengklaim demikian, tetapi Buya Yahya memiliki penjelasan yang lebih dahsyat.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon itu mengungkapkan bahwa hal itu sebenarnya adalah azab atas tindakan keji mereka telah menuduh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai pelacur.

“Kelompok tersebut (Syiah, red) biasanya mencaci maki Siti Aisyah. Subhanallah. Siti Aisyah dibilang pelacur. Dan Allah Mahaadil. Allah Mahaadil. Kalau di dalam hukum Islam, coba. Di dalam hukum Islam, jika ada orang mengatakan/menuduh orang lain berzina, maka dicambuk 80 kali. Yang mencambuk adalah hakim. Kalau Anda berkata, e kamu zina, ngadukan ke mahkamah “Pak Hakim, saya dituduh orang ini berzina” dicambuk orang ini 80 kali, menuduh orang lain berzina. Dicambuk.” Terang ulama kondang tersebut.

“Yang dituduh siapa? Siti Aisyah. Tapi Allah Mahaadil, mahkamah mereka tidak mencambuk tapi mereka punya keyakinan setiap tahun mencambuk diri sampai berdarah-darah. Dan itu setiap tahun, rumah sakit mereka penuh dengan orang-orang sakit dan bahkan mati karena korban mencambuk diri sampai berdarah. Itu hukuman karena kurang ajar dengan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha,” tambahnya.

Berikut ini video lengkap penjelasan Buya Yahya:



Tuesday, 12 September 2017

Mengapa Banyak Orang yang Mati Melotot? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Mengapa Banyak Orang yang Mati Melotot? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Berita Islam 24H - Terkadang kita mendapati orang yang meninggal matanya melotot. Dan ternyata cukup banyak orang yang mengalami demikian ketika sakaratul maut.

Mengapa? Ustadz Abdul Somad menjelaskan, kematian adalah berpisahnya ruh dari jasad. Ketika seseorang dicabut nyawanya oleh Malaikat Maut, maka ruhnya akan keluar lewat atas (kepala), sehingga ia kaget melihat keluarnya ruh tersebut. Sehingga matanya pun melotot.

“Ruh keluar berawal dari ujung kaki. Minal asfal. Asfal artinya bawah. Mengalir dia ke atas, lalu dia pun keluar dari atas, maka mata pun melihat. Makanya orang yang meninggal itu matanya melotot. Apa yang dia lihat? Ruhnya keluar,” terang alumni Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Darul Hadits Maroko ini.

Sakaratul maut ini sangat berat, apalagi bagi orang-orang zalim dan kufur kepada Allah.

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat mumukul dengan tangannya, (Sambil berkata): “Keluarkan nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya” (QS. Al An’am: 93)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Adapun yang paling ringan, yakni bagi orang-orang mukmin, Rasulullah menggambarkan:

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR. Bukhari)

Wallahu a’lam bish shawab. [beritaislam24h.info / tby]

Friday, 8 September 2017

Selalu Tampil Bela Umat Islam, Siapa Erdogan Sebenarnya? Simak Ceramah Ustadz Abdul Somad ini

Selalu Tampil Bela Umat Islam, Siapa Erdogan Sebenarnya? Simak Ceramah Ustadz Abdul Somad ini

Berita Islam 24H - Saat Qatar diembargo oleh negara-negara Teluk, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tampil memberikan pembelaannya. Erdogan segera menelepon Emir Qatar Syaikh Tamim bin Hamad al Tsani, menyampaikan kesiapan Turki memasok seluruh kebutuhan Qatar selama diembargo.

Supermarket di Doha pun dipenuhi makanan dari Turki. Rakyat Qatar yang ingin berangkat umrah pun langsung disediakan Turkish Air. Bahkan Turki siap menempatkan pasukannya di Qatar.

Saat pemimpin negara lain bertekuk lutut pada Israel, Erdogan berani menunjuk wajah Shimon Peres seraya mengatakan “inilah orang yang membunuh anak-anak Palestina” lalu menghinakan pemimpin Israel itu dengan meninggalkannya.

Siapakah Erdogan sebenarnya? Dalam sebuah khutbah, Ustadz Abdul Somad, Lc, MA menjelaskan bahwa Erdogan merupakan alumni Madrasah Imam wa Khatib. Melalui sekolah imam dan khatib lolos dari penghapusan Mustafa Kemal Ataturk ini, ia dididik ilmu agama hingga menjadi pemimpin besar seperti saat ini.

Berikut ini videonya yang menggebu-gebu dan membakar semangat umat:



Tuesday, 29 August 2017

Mengapa Sulit Sekali Khusyuk Ketika Shalat? Inilah Jawaban Ustadz Arifin Ilham

Mengapa Sulit Sekali Khusyuk Ketika Shalat? Inilah Jawaban Ustadz Arifin Ilham

Berita Islam 24H - Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena Memang belum mengenal kecuali sebatas Tuhan, belum mengenal sifat, afal, dan Asma-Nya. DIA yang menciptakan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, aku, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak-anakku.

DIA yang menciptakan semua yang kulihat, semua yang kudengar, semua yang bergerak, semua yang berada di langit dan di bumi, semua dihidupkan-NYA "Al Muhyi" dan semua akan dimatikan-NYA "Al Mumiitu." semua tunduk dalam kehendak "Al Muriidu" dan kekuasaanNYA "Al Qodiiru", DIA-lah yang mengatur semuanya "Ar Robbu", DIA-lah yang mengusai sekaligus memiliki semuanya "Al Maaliku" (QS3:26-27).

DIA Maha Menatap "Al Bashiiru" tahu persis hati, pikiran dan lintasan pikiran kita dan DIA Maha Mendengar "As Samiiu'" mendengar gesekan daun, langkah semut dan rintihan hati hamba-NYA. Lantas sadarkah kita bahwa DIA yang segala-galanya yang kita hadapi dalam salat selama ini? Bisakah hati dan pikiran kita lari saat salat sementara DIA MENATAP hati pikiran kita? Kalau begitu kok bisa maksiat sementara DIA terus menerus memperhatikan kita?

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena belum faham bacaan, makna, hikmah, keutamaan, syarat dan rukun salat, maka jadilah "sukaaro" salat mabuk alias salat tanpa rasa, tanpa pemahaman, tanpa penghayatan, tanpa keyakinan, kosong, hampa, seakan robot jasad tanpa ruh, "alkusaala" malah terasa beban, buru buru pengen cepat selesai, senangnya menunda nunda waktunya, gerak salatnya cepat seperti ayam matok. Surah & bacaan salatpun komat kamit.

Sahabatku, simaklah Kalam Allah ini, "...Janganlah kalian menegakkan salat, sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalian benar-benar faham apa-apa yang kalian baca dalam salat kalian" (QS4:43). Lihat orang mabuk berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat, lihat orang salat berdiri, bertakbir, baca ayat, rukuk, sujud, tahiyyat dan salam, tetapi tidak sadar bahwa ia sedang berdiri, rukuk sujud menghadap pencipta langit dan bumi. Tidak sadar bahwa ia sedang berdialog dengan pencipta dirinya, yang maha menentukan segala-galanya! Jangan lupa berwudhu, berzikir dan berdoa sebelum tidur.

Mengapa sulit khusyuk dalam salat? Karena tidak sadar bahwa salat itu adalah "Almuhadatsah bainal makhluqi wal Khooliqi", dialog hamba kepada Kholiqnya. "Apabila salah seorang dari kalian salat, sebenarnya dia sedang berkomunikasi dengan Allah," (HR Bukhari Muslim).

Coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapNya, yang dipanggil pun yang bersyahadat, "Asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadar Rasulullah". Yang tidak beriman tidak dipanggil, karena itulah Rasulullah mengingatkan, "Yang membedakan kita dengan orang kafir adalah salat, maka siapa dengan sengaja meninggalkan salat, maka sungguh dia sudah berperangai seperti orang kafir".

Menutup aurat menghadapNya, menghadap kiblat karena memang fokus jasad, ruh, hati, pikiran kepadaNya, apalagi berjamaah jadi rapi shof dan seluruh dunia pun satu arah kiblat. Lalu bersuci karena memang menghadap Maha Suci, lalu berdiri tegap, takbir, membaca iftitah "Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawati wal ardho", hamba datang menghadapMu, duhai Pencipta Langit dan Bumi, tunduk patuh taat padaMU.

Inilah di antara komunikasi salat yang belum dipahami. Lantas bagaimana khusyuk tanpa kesadaran ini?

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena sedikit kita yang paham bahwa dalam salat, tatkala membaca Alfatihah terjadi dialog hamba dengan Rabbnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Barang siapa membaca surat Alfatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah."

Lalu Rasulullah menyampaikan, ketika seorang hamba berkata, "Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam." Allah menjawab, "HambaKu telah memujiKu". Seorang hamba berkata, "Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang." Allah menjawab, "HambaKu memujiKu."

Seorang hamba berkata, "Raja di Hari Pengadilan." Allah menjawab, "HambaKu mengagungkan diriKu. HambaKu berserah diri kepadaKu." Seorang hamba berkata, "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan." Allah menjawab, "Inilah pertengahan antara Aku dan hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang dia minta Aku berikan".

Seorang hamba berkata, "Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang telah Engkau anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka dan bukan mereka yang sesat." Allah menjawab, "Ini milik hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang dia minta Aku berikan," (Hadis Qudsi, HR Muslim).

Karena itu, Sahabatku, mulailah bacanya pelan-pelan dengan kesadaran dan keyakinan, 'Thuma'ninah'. Sungguh Allah menjawab setiap ayat yang kita baca.

Mengapa sulit khusyuk dalam salat? Karena 'hubbub dunya', sangat mencintai dunia. "The money is the first and the final of life, no money no happy," sehingga hati pikirannya selalu dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat duniawi, duit, dolar, makan minum, keluarga, target-target bisnis, masalah-masalah, berhayal, dan sebagainya.

Itulah yang diingat-ingat dalam salat, sampai apa yang disebut oleh Rasulullah, "Hatta yansa kam rokatan laka," sampai dia lupa sudah berapa rakaat dia sudah salat. Maka tidak heran saat salat yang semestinya hati pikirannya fokus dalam salat, malah ingat dunia.

Sahabatku, simaklah Kalam Allah surah Al Maa'uun ayat 4 dan 5 ini,

"Celakalah orang-orang yang mengerjakan salat yang hati pikirannya lalai kepada Allah."

Lalai hatinya karena dunia. "Ball tu'tsiruunal hayaatad dunya," (QS 87: 16).

Karena itu, sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yang fana ini. Salatlah seakan salat terakhir hidup. Simaklah sabda Rasulullah, "Bila engkau melakukan salat, maka salatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana," (HR Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena makan minum yang haram, baik secara zat (lizaatihi) seperti anjing, babi, alkohol, narkoba dan sebagainya, atau cara mencarinya dengan cara haram (linailihi), walaupun halal zatnya seperti makan tempe tahu halal tetapi karena cara mencarinya dengan berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dan sebagainya, maka tetap haram.

Seakan dia makan tempe tahu, tetapi sebenarnya dia makan anjing dan babi. Itulah yang disebut, "Rijsun min amalisy syaithon."

Najis karena amalnya, atau 'roddudzdzakaat' karena menolak zakat, maka hartanya bercampur dengan hak fakir miskin, kotorlah hartanya. Semuanya menjadi hijab hati dan hijab hubungan kepada Allah. Walhasil, sholatnya pun tidak diterima. Allah 'subbuuhun', Maha Suci hanya menerima yang suci.

Ingat komentar Rasul pada orang yang menangis tatkala berdoa, "Hampir saja aku mengira doanya diijabah Allah, namun Jibril memberitahuku bahwa orang itu suka menipu. Lantas bagaimana Allah menjawab si penipu, pakaian dan makanannya dari hasil menzholimi orang lain?"

Sadarilah, saat salat kita berhadapan dengan zat yang Maha Suci.

Karena salatnya masih disertai 'Al Fahsyau', berbuat maksiat seperti berdusta, mabuk, buka aurat, berjudi, berzina, dari zina mata melihat yg porno, tangan meraba, pikiran berhayal sampai zina kemaluan. "Adzdzunuubu kaafilatul quluubi", dosa-dosa maksiat itu menjadi penutup hati.

Alwaqi guru Imam Syafii berkata, "Nurullahi la yuhda lil a'shi", sungguh cahaya nur hidayah Allah tidak akan masuk pada hati yang tertutup gelap karena maksiat. Inilah kebanyakan yg terjadi pada 'tukang sholat', bukan 'Penegak Sholat', STMJ (Salat Tekun Maksiat Jalan), ritual rutinitas tanpa disertai amal yang berkualitas.

Hasilnya, lagi-lagi kosong, tidak ada "atsar" pengaruh. Ini sekaligus menjadi jawaban mengapa ada orang salat tetapi sulit khusyuk. Bagaimana khusyuk, maksiat terus.

Imam Ghazali berkata, "Sungguh, sekali dusta sudah cukup membuat salatnya terhijab kepada Rabbnya."

Subhanallah. Mudah-mudahan Allah terus membimbing kita dengan hidayahNya sehingga semakin dekat dengan kematian, semakin baik ibadah salat kita. Amin.

Mengapa sulit khusyuk dalam salat?

Karena salatnya disertai 'Al Munkar', berbuat zholim, menganiaya, menipu, menggunjing, memfitnah, merendahkan orang lain secara terang-terangan atau secara diam-diam. Dalam hatinya merendahkan orang lain, menghina, memukul apalagi sampai membunuh orang lain.

Ini pun menjadi hijab besar, karena Allah hanya menerima ibadah yg membuat hamba itu menghinakan diri di hadapanNya dan yang membuat dirinya rendah hati kepada makhlukNya. Cukup salat itu akan dianggap dusta kalau tidak memperhatikan yatim piatu dan faqir miskin (QS Al Maun 1-3).

Cuek, masa bodoh, pelit, "emangnya gue pikiran", dan sebagainya sudah cukup dianggap pendusta salat, pendusta agama apalagi sampai berbuat aniaya.

Ini semua bukan akhlak hamba Allah yang salat. orang salat itu belas kasih, santun, pemaaf, murah senyum, dermawan dan rendah hati, sahabatku.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah menerima salat hamba-hambaNya yang rendah hati". Sekali lagi sahabatku, hambaNya yang mengenal Allah akan menghinakan diri di hadapan Allah dan buahnya rendah hati di hadapan mahlukNya.

Ustadz Arifin Ilham [beritaislam24h.info / imi]

Saturday, 26 August 2017

Turki, Membuka Jalan Perang Akhir Zaman

Turki, Membuka Jalan Perang Akhir Zaman

Berita Islam 24H - Ketika membaca fakta di balik fenomena krisis Syam (Syiria, Libanon, Palestina). Kita akan dibuat bingung, ada apa di balik berkumpulnya 15 negara kuat dunia di Laut Mideterania. Rusia, AS, UE, Israel, Iran berada dalam satu kubu dalam operasi menghancurkan Islam dan umatnya, seakan semua menjalankan satu komando, entah dari siapa.

Satu hal yang pasti mereka mengimani hadis-hadis Akhir Zaman, melakukan penelitian, menyiapkan anggaran, membuat rekayasa, menciptakan produk. Ternyata banyak peristiwa besar di abad 21 ini yang telah diprediksikan oleh Rasulullah saw terjadi.

Berbagai fenomena dan kejadian-kejadian besar di sepanjang abad 20 -21 semakin menambah daftar bukti atas kebenaran nubuwat beliau. Hanya keimanan yang bisa membuat kita tenang dan melakukan persiapan.

Nubuwat tentang kedatangan Amerika yang akan menguasai minyak-minyak Saudi, tentang Invasi Bani Qanthura ke negeri Bashrah, tentang boikot bangsa Rum atas Iraq, Mesir dan Damaskus, semua telah terjadi.

Juga tentang perang umat Islam melawan India, tentang Palestina yang akan menjadi bumi ribath hingga akhir zaman, tentang kemunculan ashhabu rayati suud dari Khurasan. Tentang murtadnya bangsa Arab di akhir zaman, yang dimulai dari Emirates Arab. Sebaliknya, Turki kembali ke pangkuan Islam.

Yang masih kita tunggu adalah Nubuwwat tentang malhamatul kubra, perang terdahsyat umat Islam melawan Eropa dan sekutunya yang akan terjadi setelah kemunculan Al Mahdi. Amerika dan Eropa akan binasa dan menjadi wilayah Islam.

UE, AS, Rusia dihancurkan, otomatis Israel binasa. Disebutkan dalam Kitab Zakaria (89/13), bahwa sebagian besar bangsa Yahudi akan mati dalam perang Armageddon dan dua pertiga dari mereka akan musnah. Sedangkan dalam kitab Zagiyal (12/39) disebutkan: “Akan berlangsung tujuh bulan sehingga rumah Israel berhasil mengubur mereka (orang-orang mereka yang terbunuh) sebelum membersihkan bumi”.

Sebutan Armageddon sebenarnya tidak ada dalam Hadits, hanya disebut dalam penelitian Kristen dan Ahli Kitab. Menurut bahasa Ibrani, Ar berarti gunung atau bukit, Mageddo pula adalah nama sebuah lembah di Palestina. Sebuah tempat yang cukup strategis dari segi peperangan. Perang ini juga dikatakan sebagai perang terakhir dengan menggunakan seluruh kekuatan berbagai peralatan senjata modern yang canggih.

Bukit tersebut diprediksi adalah dataran tinggi Golan, awalnya milik Syiria dan kini dikuasai Israel. Disini sebabnya mengapa Israel mati-matian mempertahankan Assad. Sebab Israel paham, dataran tinggi Golan, ibarat puncak gunung di atas Bandung. Israel sangat mudah jadi target.

Mungkin perang itu adalah Perang Dunia ketiga yang disebut-sebut sebagai Perang Nuklir, setelah PD III ini berlangsung, maka peperangan berlanjut dengan senjata manual: panah, kuda, tombak. Pemenangnya adalah siapa yang memiliki nafas panjang.

Maka terjawab sudah rahasia baginda mewajibkan umatnya belajar dan mengajarkan renang, memanah, dan berkuda. Di sini pula mengapa Yahudi merusak generasi muda Islam dengan game, mainan, dan olahraga yang tidak ada kaitannya dengan ketangkasan.

Terjawab pula. Negara mana dan elemen Islam mana yang kini paling siap menghadapi perang akhir zaman. Hanya semua mengalami tempaan di tahun-tahun penuh tipu daya seperti disabdakan baginda.Mungkin bukan generasi kita. Tapi tugas kita mempersiapkan generasi. Bersiap siagalah!

Ditulis oleh : Ustadz Nandang Burhanudin

Tuesday, 22 August 2017

Ini Dahsyatnya Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Ini Dahsyatnya Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Berita Islam 24H - Maghrib nanti, insya Allah kita akan memasuki 1 Dzulhijah 1438 H, bulan yang penuh dengan keutamaan, terutama 10 hari pertama dari Dzulhijjah.

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهم, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tiada hari-hari yang amalan sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Alloh daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?" Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang berangkat (ke medan jihad) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun." [HR al-Bukhori. Lafadz ini dari riwayat at-Tirmidzi]

Dari Jabir bin Abdullah, Rosulullah bersabda:

أفضل أيام الدنيا أيام العشر

"Hari yang paling utama di dunia adalah hari sepuluh Dzulhijjah." (Shohihul Jami’)

Karena besarnya keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya dalam firman-Nya:

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

"Dan demi malam yang sepuluh." (Qs. al-Fajr: 2)

Yaitu: sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab [serta menjadi pendapat mayoritas ulama].

Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”

Amalan-Amalan di Bulan Dzulhijjah

Berikut ini diantara amalan-amalan yang sangat diutamakan untuk dilakukan di sepuluh hari awal Dzulhijjah:

1. Haji

Dzulhijjah dinamakan Dzulhijjah karena di bulan inilah dilaksanakannya ibadah haji

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Alloh, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitulloh. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Alloh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali Imron: 97]

2. Memperbanyak amal sholeh

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهم, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tiada hari-hari yang amalan sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Alloh daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rosululloh, tidak pula jihad di jalan Alloh?" Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Alloh, kecuali seorang yang berangkat dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikit pun. " [HR al-Bukhori. Lafadz ini dari riwayat at-Tirmidzi]

Amal sholeh dalam hadits ini umum mencakup memperbanyak puasa, sholat-sholat sunnah, Tahajud, dzikir, memperbanyak membaca al-Qur'an, bersedekah, silaturahim, amar ma'ruf nahi munkar, dll

3. Tidak memotong atau mencabut rambut, kulit dan kuku bagi yang akan berkurban

Dari Ummu Salamah, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Jika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia mengambil rambut dan kulitnya sedikitpun.” [HR. Muslim no. 1977]

Hukum ini khusus bagi orang yang berniat ingin berkurban, adapun yang selainnya tidak dilarang.

4. Memperbanyak Sedekah

Sedekah secara umum hukumnya sunnah, dan nilai kesunnahannya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah ini semakin kuat.

Allah berfirman, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah (2): 261)

5. Memperbanyak Takbir

Ibnu Umar dan Abu Huroiroh رضي الله عنهم keluar ke pasar pada 10 hari (pertama) Dzulhijjah sambil bertakbir dan orang-orangpun bertakbir dengan takbir mereka berdua.” [Diriwayatkan al-Bukhori secara mu’allaq. Dishohihkan al-Albani dalam al-Irwa’ no. 651]

6. Puasa Sunnah dan Puasa Arofah

Puasa sunnah mulai 1 Dzulhijjah diperbolehkan bahkan termasuk anjuran memperbanyak amal sholih di 10 hari pertama Dzulhijjah (kecuali puasa tanggal 10 Dzulhijjah yang dilarang).

Dan puasa yang paling utama adalah puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah.

Dari hadits Abu Qotadah al-Anshori, bahwa Rosululloh صلى الله عليه وسلم ditanya tentang puasa Arofah, beliau menjawab: “Puasa Arofah menggugurkan dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” [HR. Muslim no. 1162, Ahmad no. 22621, an-Nasa’i dalam al-Kubro no. 2826]

7. Sholat Iedul Adha

Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه berkata:

مِنَ السُّنَّةِ أَنْ تَخْرُجَ إِلَى الْعِيْدِ مَاشِيًا

“Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi sholat ied dengan berjalan kaki”. [HR.At-Tirmidzy dalam As-Sunan (2/410); dihasankan al-Albani dalam Shohih Sunan at-Tirmidzi (530)]

Abu ‘Isa At-Tirmidzy- berkata dalam Sunan At-Tirmidzy (2/410), “Hadits ini di amalkan di sisi para ahli ilmu. Mereka menganjurkan seseorang keluar menuju ied dengan berjalan kaki”.

8. Berkurban

Berkurban adalah ibadah kepada Allah dengan menyembelih seekor kambing atau sepertujuh onta atau sapi pada hari Idul Adha dan tiga Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah). Hukumnya sunnah mu'akkadah menurut jumhur ulama. Ibadah kurban bukan kewajiban sekali seumur hidup, tetapi sunnah yang dianjurkan setiap tahun jika dirinya mampu, bahkan Rasulullah saw ketika di Madinah beliau selalu berkurban setiap tahunnya.

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa memiliki kelapangan (rizki) tapi tidak berkurban, janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” [HR. Ibnu Majah Dihasankan oleh al-Albani dalam Takhrij Musykilatul Faqr no. 102]

LARANGAN PUASA pada hari raya Idul Adha dan Hari Tasyriq

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata:

«أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْأَضْحَى، وَيَوْمِ الْفِطْرِ»

“Bahwa Rosululloh melarang puasa pada 2 hari: hari raya Idul Adha dan Idul Fithri.” [HR. Muslim no. 139, Malik 1/376, Ahmad no. 10634, Ibnu Hibban no. 3598]

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

"Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum." (HR. Muslim no. 1141).

PENUTUP

Demikianlah beberapa syi’ar Islam di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, maka hendaknya kita mengagungkan syi’ar-syi’ar tersebut.

وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu menunjukkan ketakwaan hati.” [Al-Hajj: 32]

NIATKAN dan JADIKAN 10 Hari Pertama Dzulhijjah layaknya kita memasuki bulan Ramadhan. Beramallah seperti kita beramal di bulan Ramadhan.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

(Maroji’: Fiqhul-Islam wa Adillatuh karya Prof. DR. Wahbah Zuhayli)

Friday, 18 August 2017

Mampu Tapi Tidak Qurban, Ini Ancamannya

Mampu Tapi Tidak Qurban, Ini Ancamannya

Berita Islam 24H - Qurban adalah ibadah yang disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala khusus di bulan Dzulhijjah; tepatnya pada Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari tasyrik (11-13 Dzulhijjah). Qurban sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang mampu. Jika seseorang mampu berqurban tetapi tidak mau berqurban, ada ancaman khusus untuknya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berqurban namun dia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim)

Hadits ini bukan berarti mengkafirkan orang yang tidak berqurban padahal dia mampu. Tidak ada ulama yang berpendapat seperti itu. Yang ada, sebagian ulama berpendapat bahwa hadits ini menunjukkan bahwa orang yang tidak berqurban padahal ia mampu, maka ia berdosa. Sebagian yang lain menjelaskan hadits ini menunjukkan bahwa orang yang tidak berqurban padahal ia mampu, maka ia dilarang mendatangi tempat shalat Idul Adha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Baik makna pertama maupun makna kedua, hadits tersebut menunjukkan betapa hinanya orang yang mampu berqurban namun ia tidak mau berqurban. Hina dalam pandangan Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di zaman sekarang, terkadang ada orang yang wisatanya ke luar negeri, uangnya banyak, hartanya berlimpah, beli apapun tinggal tunjuk, tapi begitu tiba idul adha, ia tidak berqurban. Betapa terhinanya ia di hadapan Allah.

Kita yang tidak terlalu kaya, tidakkah kita mampu berqurban? Kita yang bisa menjawabnya sendiri. Namun jika beli iPhone bisa, beli Samsung Galaxy S terbaru bisa, pantaskah kita disebut tidak mampu berqurban? [beritaislam24h.info / bdn]
Cara Menutup Penglihatan Jin

Cara Menutup Penglihatan Jin

Berita Islam 24H - Al Qur’an menjelaskan, syetan dari kalangan jin bisa melihat manusia sedangkan manusia tidak bisa melihat mereka. Lalu, bagaimana agar jin tidak bisa melihat kita, khususnya ketika kita membuka aurat di rumah? Untungnya Rasulullah telah mengajarkan cara menutup penglihatan jin.

Ayat yang menunjukkan bahwa syetan dari kalangan jin bisa melihat manusia adalah surat Al A’raf ayat 27:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ

”Sesungguhnya, iblis dan golongannya bisa melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka.” (Qs. Al-A’raf:27)

Ayat ini juga menjadi dalil bahwa manusia tidak bisa melihat jin dalam bentuknya yang asli. Kecuali orang-orang yang dikecualikan seperti Nabi Muhammad dan Nabi Sulaiman.

Nah, cara menutup penglihatan jin agar jin tidak melihat (aurat) kita ketika kita membuka pakaian atau ganti baju, Rasulullah mengajarkannya kepada kita. Beliau bersabda:

ستر ما بين أعين الجن و عورات بني آدم إذا وضع أحدهم ثوبه أن يقول : بسم الله

“Yang bisa menghalangi pandangan mata jin dan aurat anak Adam (manusia) adalah ketika hendak menanggalkan pakaian hendaklah membaca Bismillah” (HR. As Suyuthi, shahih menurut Al Albani)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penghalang antara pandangan mata jin dan aurat anak Adam (manusia) adalah ketika seseorang hendak masuk ke kamar mandi hendaklah membaca Bismillah” (HR. Tirmidzi, shahih menurut Al Albani).

Demikianlah caranya. Sederhana, tidak perlu ritual khusus. Cukup dengan membaca bismillah, sebuah kalimat singkat yang merupakan inti dari penyerahan diri kita kepada Allah, menyandarkan segala perkara gaib kepada Allah dan meminta perlindungan hanya kepada Allah. Hanya dengan membaca bismillah, saat itu kita akan terlindungi dari pandangan mata jin. Hanya dengan membaca bismillah, inilah cara singkat menutup penglihatan jin sehingga tak mampu lagi melihat kita.

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Salawat dan salam teruntuk Rasulullah atas segala ajarannya yang mulia. [beritaislam24h.info / bdn]

Wednesday, 16 August 2017

Salah Satu Ciri Kiamat, Ketika Orang Bodoh Dijadikan Pemimpin

Salah Satu Ciri Kiamat, Ketika Orang Bodoh Dijadikan Pemimpin

Berita Islam 24H - Baik buruknya masyarakat ditentukan oleh para pemimpinnya. Jika pemimpinnya baik, maka masyarakat pun akan menjadi baik. Namun, bila pemimpinnya rusak, maka masyarakat pun akan rusak. Rasulullah s.a.w. sudah mewartakan, bahwa diantara tanda-tanda Kiamat adalah diserahkannya tampuk kepemimpinan kepada orang-orang bodoh, yang tidak mau mengambil petunjuk dari al-Qur’an dan Sunnah, serta tidak mau menerima nasihat.

Jabir ibn Abdillah r.a.a meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. berkata kepada Ka’ab ibn ‘Ajrah, “ Semoga Allah melindunginya dari kepemimpinan orang bodoh, wahai Ka’ab. " Ka’ab lantas bertanya, “ Apakah yang dimaksud kepemimpinan orang-orang bodoh, wahai Rasulullah ? “ Nabi menjawab, “ Sepeninggalku nanti, akan muncul para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula mengambil sunnah-sunnahku. Barangsiapa membenarkan kedustaan mereka serta mendukung kezaliman mereka, maka mereka itu bukan termasuk golonganku dan aku pun bukan bagian dari mereka. Mereka tidak akan dapat mendekati telagaku. Barangsiapa tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak emndukung kezaliman mereka, maka mereka termasuk golonganku dan aku pun merupakan bagian dari mereka, dan mereka akan mendapatkan bagian dari telagaku. Wahai Ka’ab ibn ‘Ajrah, puasa adalah perisai, sedekah dapat menghapus kesalahan, dan shalat merupakan kedekatan atau petunjuk. Wahai Ka’ab ibn ‘Ajrah, daging yang tumbuh dari barang haram tidak akan masuk surga, dan neraka lebih utama untuknya. Wahai Ka’ab ibn ‘Ajrah, manusia ada dua, ada yang menyerahkan jiwanya (kepada Allah) dan ada yang membiarkannya atau membinasakannya. “ (HR. Ahmad dan Bazzar)

Yang dimaksud dengan orang-orang bodoh disini adalah orang yang kemampuan berpikirnya lemah, dan tak bisa memimpin. Jangankan mengatur orang lain, mengatur dirinya sendiri saja ia tak bisa.

Dalam hadits lain, Nabi bersabda, “ Hari Kiamat belum akan terjadi sampai nanti kabilah-kabilah dikuasai oleh orang munafk dari kalangan mereka. “ (HR. Thabrani)

Apabila para penguasa, pemimpin, dan pejabat publik seperti ini, maka masyarakat oun akan rusalk. Pembohong dianggap benar, orang jujur dianggap pendusta, pengkhianat dipercaya, orang yang bisa dipercaya malah dianggap pengkhianat, orang bodoh akan berbicara, dan orang pintar diam saja.

Asy-Sya’bi berkata, “ Hari Kiamat belum akan terjadi sampai ilmu dianggap kebodohan dan kebodohan dianggap sebagai ilmu. “

Semua ini adalah kenyataan yang akan terjadi pada Akhir Zaman.

Abdullah ibn Amr r.a. meriwayatkan, bahwa Nabi s.a.w. bersabda, “ tanda-tanda Hari Kiamat adalah disingkirkannya orang-orang baik dan diangkatnya orang-orang jahat. “ (HR. Hakim dalam al-Mutadrak)

Disarikan dari buku " Kiamat Sudah Dekat? " [beritaislam24h.info / imi]

Sunday, 13 August 2017

Doa Anak Hafal Qur’an Bangunkan Ayah yang Telah 15 Tahun Koma

Doa Anak Hafal Qur’an Bangunkan Ayah yang Telah 15 Tahun Koma

Berita Islam 24H - Ketika Asmaa bertanya ke mana ayahnya, aku selalu merahasiakannya. Aku hanya menjawab ayahnya suatu saat nanti akan kembali. Tapi, kini Asmaa sudah berusia 15 tahun. Ia juga sudah hafal Al Qur’an dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Maka kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Pada 9 Ramadhan tahun 1395 H, mobil Abu Salmaa terbalik saat pulang dari tempat kerja di Timur Saudi menuju Riyadh. Kecelakaan itu begitu hebat hingga membuatnya langsung koma. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter spesialis yang menanganinya mengatakan, suamiku mengalami kelumpuhan otak. 95 persen otaknya telah mati.

Aku terus menungguinya. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Ujian kesetiaan datang, ketika lima tahun berlalu dan suamiku belum juga sadarkan diri. Sebagian orang menyarankan aku menikah lagi dengan didukung oleh rekomendasi seorang Syaikh. “Tidak,” jawabku saat itu. “Selama suamiku belum dikubur, aku akan tetap menjadi istrinya.”

Aku pun kemudian berkonsentrasi untuk mentarbiyah Asmaa, di samping bergantian dengan keluarga menunggui suami di rumah sakit. Aku kemudian memasukkan Asmaa ke sekolah tahfidz hingga jadilah ia hafal Qur’an.

Sejak tahu ayahnya koma di rumah sakit, Asmaa selalu membersamaiku ke sana. Ia mendoakan dan meruqyah ayahnya, ia juga bersedekah untuk ayahnya.

Hingga suatu hari pada tahun 1410, Asmaa meminta ijin menginap di rumah sakit. “Aku ingin menunggui ayah malam ini” pintanya dengan nada mengiba. Aku tak bisa mencegah.

Malam itu, Asmaa duduk di samping ayahnya. Ia membaca surat Al Baqarah di sana. Dan begitu selesai ayat terakhirnya, rasa kantuk menyergapnya. Ia tertidur di dekat ayahnya yang masih koma. Tak berapa lama kemudian, Asmaa terbangun. Ada ketenangan dalam tidur singkatnya itu. lalu, ia pun berwudhu dan menunaikan shalat malam.

Selesai shalat beberapa raka’at, rasa kantuk kembali menyergap Asmaa. Tetapi, kantuk itu segera hilang ketika Asmaa merasa ada suara yang memanggilnya, antara tidur dan terjaga. “Bangunlah… bagaimana mungkin engkau tidur sementara waktu ini adalah waktu mustajab untuk berdoa? Allah tidak akan menolak doa hamba di waktu ini”

Asmaa pun kemudian mengangkat tangannya dan berdoa. “Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”

Sebelum Subuh, rasa kantuk datang lagi. Dan Asmaa pun tertidur.

“Siapa engkau, mengapa kau ada di sini?” suara itu membangunkan Asmaa. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sumber suara. Tak ada orang. Betapa bahagia dirinya, ternyata suara itu adalah suara ayahnya. Ia sadar dari koma panjangnya. Begitu bahagianya Asmaa, ia pun memeluk ayahnya yang masih terbaring. Sang ayah kaget.

“Takutlah kepada Allah. Engkau tidak halal bagiku” kata sang ayah.

“Aku ini putrimu ayah. Aku Asmaa” tak menghiraukan keheranan sang ayah, Asmaa segera menghubungi dokter dan mengatakan apa yang terjadi.

Para dokter yang piket pada pagi itu hanya bisa mengucapkan “masya Allah”. Mereka hampir tak percaya dengan peristiwa menakjubkan ini. Bagaimana mungkin otak yang telah mati kini kembali? Ini benar-benar kekuasaan Allah.

Sementara Abu Asmaa, ia juga heran mengapa dirinya berada di situ. Ketika Asmaa dan ibunya menceritakan bahwa ia telah koma selama tujuh tahun, ia hanya bertasbih dan memuji Allah. “Sungguh Allah Maha Baik. Dialah yang menjaga hamba-hambaNya” simpulnya.

Demikianlah, aku sangat berbahagia dengan keajaiban dari Allah ini. Aku hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah mengokohkan kesetiaanku dan membimbingku untuk mentarbiyah putriku. [beritaislam24h.info / khc]
Kerennya Sholawat Kisah Sang Rasul Ini Bikin Marissa Haque Ingin Kenal Pelantunnya

Kerennya Sholawat Kisah Sang Rasul Ini Bikin Marissa Haque Ingin Kenal Pelantunnya

Berita Islam 24H - Seorang muslimah menyita perhatian netizen hingga tokoh nasional. Pasalnya, videonya melantunkan sholawat Kisah Sang Rasul viral.

Bukan hanya suaranya yang indah, namun juga tangannya yang cekatan memainkan gelas sebagai musik alami.

Abdullah nama ayahnya

Aminah ibundanya

Abdul Muthalib kakeknya

Abu Thalib pamannya

Khadijah istri setia

Fatimah putri tercinta

Semua bernasab mulia

Dari Quraisy ternama

Demikian sebagian lirik Kisah Sang Rasul yang dilantunkannya.

Di Twitter, video tersebut diunggah oleh Marissa Haque. Melalui akun Twitter pribadinya, @HaqueMarissa, istri Ikang Fawzi itu juga menyampaikan pujian kepada muslimah tersebut.

“Keren amat sih ini… salam kenal ya mba? Marissa Haque Ikang Fauzi” tulisnya.

Pujian pun berdatangan dari netizen.

“Hebat yaa – seneng liatnya,” kata @Anggiesta3

“Adeemm liatnya,” kata @Ciekokom

“pol pol jempolllll….subhanalloh..” kata @elf_hdl

“Subhanallah udah cantik cerdas suaranya bikin adem hati, salam yah buat ade itu yah mba” kata @kifli127

Video sholawat Kisah Sang Rasul yang diunggah di akun Marissa Haque itu telah diretwit 600 kali dan juga difavoritkan 1000-an pengguna Twitter.


Sejarah Mencatat: Khilafah Islam Selamatkan 150 Ribu Yahudi Yang Diusir Penguasa Kristen Eropa

Sejarah Mencatat: Khilafah Islam Selamatkan 150 Ribu Yahudi Yang Diusir Penguasa Kristen Eropa

Berita Islam 24H - Pada Juli 1492, penguasa Kristen Spanyol (Ferdinand II dan Isabella) mengusir penduduk Muslim dan Yahudi sebagai bagian dari praktik "inkuisisi" (masuk Kristen atau keluar dari Spanyol).

Mengetahui demikian, Khalifah Islam Turki Usmani Sultan Bayezid II mengirimkan angkatan laut Usmani dibawah laksamana Kemal Reis berangkat ke Spanyol untuk mengevakuasi mereka ke wilayah Usmani. Tercatat lebih dari 150 ribu pengungsi Yahudi mencari tempat perlindungan di wilayah khilafah Usmani, Sultan mengirimkan perintah

kerajaan keseluruh wilayah Usmani bahwa para pengungsi tersebut harus diterima dengan baik. Bahkan Sultan menyambung langsung kedatangan mereka.

Dalam pernyataannya, Sultan memberitahu kepada para pengungsi Yahudi bahwa tindakannya adalah Perintah Allah untuk melindungi keturunan Nabi Ibrahim dan Yaqub agar mereka dapat hidup di bawah perlindungannya. Mereka tiba dan bermukim di Istanbul, hidup berdampingan dengan damai. Mereka juga dapat berdagang dan memiliki harta benda sendiri.

Sultan Bayezid menyampaikan perintah kepada semua gubernur di provinsi Eropa yang dikuasai Khilafah Islam untuk tidak boleh mengusir para pengungsi dari Spanyol, sebaliknya menyambut mereka dengan baik. Dia mengancam siapapun yang memperlakukan para Yahudi tersebut dengan kasar atau menolak mereka masuk ke wilayah Usmani.

Khilafah Usmani mampu bertahan lebih dari 600 tahun mengendalikan wilayah yang sangat luas, termasuk Palestina, Irak dan Suriah. Usmani menjadi Khilafah terakhir, namun sejarah menyaksikan keadilan dan kemanusiaan dalam pemerintahan mereka. [beritaislam24h.info / pi]

Saturday, 12 August 2017

Mengapa Ada Orang Mati Tersenyum? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Mengapa Ada Orang Mati Tersenyum? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Berita Islam 24H - Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu dengan orang yang telah mati saat isra’ mi’raj, beliau bertanya kepada mereka bagaimana rasanya sakaratul maut.

“Seperti tebasan pedang di tempat yang sama beratus kali,” jawab salah seorang dari mereka.

“Seperti kambing yang dikuliti hidup-hidup,” jawab satu orang lagi.

“Seperti mata kail pancing yang ditarik dari kulit yang basah.”

Lalu mengapa ada orang yang mati tersenyum?

Mereka yang mati tersenyum adalah orang-orang yang istiqamah dan mati syahid.

Orang yang mati syahid, merasakan sakaratul maut seperti cubitan saja. Sehingga tidak terasa sakit.

مَا يَجِدُ الشَّهِيدُ مِنْ مَسِّ الْقَتْلِ إِلاَّ كَمَا يَجِدُ أَحَدُكُمْ مِنْ مَسِّ الْقَرْصَةِ.

“Orang-orang yang mati syahid tidak merasakan sentuhan kematian melainkan seumpama salah seorang di antara kamu dicubit.” (HR Tirmidzi; shahih)

Mereka meninggal dengan tersenyum karena sebelum nyawanya dicabut oleh malaikat maut, mereka didatangi malaikat yang membisikkan agar tidak takut, tidak khawatir dan digembirakan dengan surga.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ {30} نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلأَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَدَّعُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Rabb kami adalah Allah” kemudian mereka beristiqomah, maka para malaikat turun kepada mereka (sembari berkata): ”Janganlah kamu takut, janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” (QS. Fushshilat: 30-31)

Mereka bahkan ditunjukkan surga yang nanti akan mereka huni di akhirat. Itulah yang membuat mereka tersenyum. 

Disarikan Tarbiyah.net dari ceramah Ustadz Abdul Somad

Thursday, 10 August 2017

Victor, Anda Tahu Tidak? Saat Eropa Kristen Dilanda Kelaparan, Khalifah Islam Utsmani Yang Membantu

Victor, Anda Tahu Tidak? Saat Eropa Kristen Dilanda Kelaparan, Khalifah Islam Utsmani Yang Membantu

Berita Islam 24H - Tahukah Anda..?

Antara tahun 1845-1852 M kelaparan hebat terjadi di negara Eropa wilayah Irlandia. Peristiwa itu dikenal dengan "the Great Hunger" atau ‘The Great Irish Famine’.

Kelaparan ini disebabkan panen kentang yang berulang kali gagal, sementara kentang yang ada diserang jamur berbahaya sehingga tidak dapat dikonsumsi. Selain itu kelaparan juga disebabkan oleh kebijakan pemerintah Inggris yang mengekspor bibit kentang ke wilayah utara serta pemberlakuan tanam paksa dengan harga sewa tanah yang tinggi terhadap petani Irlandia, yang saat itu dibawah kekuasaan Inggris.

Akibat bencana kelaparan ini angka kematian meningkat, lebih dari 1 juta orang meninggal dunia, terjadi imigrasi besar-besaran yang membuat jumlah penduduk Irlandia berkurang sebanyak 25%.

Mendengar peristiwa itu Sultan Khilafah Ottoman Turki Abdul Majid I menyatakan keinginannya untuk mengirimkan bantuan sebesar 10.000 sterling demi membantu para petani Irlandia. Akan tetapi Ratu Victoria meminta Sultan untuk mengirimkan 1.000 sterling saja. Permintaan Ratu Victoria memang aneh, ini karena Ratu tidak mau terlihat rendah karena sebelumnya Ratu Inggris hanya memberi bantuan 2.000 sterling, jumlah yang jauh lebih kecil dibanding bantuan Sultan Turki. Sultan pun sepakat dengan permintaan tersebut. Dia hanya mengirimkan 1.000 sterling, namun secara diam-diam Sultan mengirimkan 5 kapal besar yang memuat makanan, sepatu dan keperluan lainnya yang setara dengan 10.000 sterling.

Mengetahui hal itu, pemerintah Inggris berusaha memblokir kapal yang membawa bantuan tersebut, akan tetapi kapal-kapal Turki berhasil berlabuh di pelabuhan Drogheda Irlandia dengan aman. Setelah mengantarkan kapal tersebut, para pelaut Ottoman meninggalkan pelabuhan Drogheda dan kembali ke Turki. 



Atas bantuan itu masyarakat Irlandia menyampaikan rasa terima kasih kepada sultan Abul Majid I melalui sebuah surat yang hingga saat ini masih tersimpan rapi di musium arsip Turki. Dalam surat tersebut para pembesar dan bangsawan Irlandia menyampaikan pujian kepada Sultan, dan berharap agar tindakan Ottoman menjadi contoh bagi negara-negara lainnya di Eropa.


Pada tahun 1853, pendeta Kristen Rev. Henry Natal menulis tentang bencana kelaparan tersebut dan tentang Sultan Abdulmajid, Khalifah negara Islam:

“… Selama tahun kelaparan di Irlandia, Sultan mendengar penderitaan yang ada di negara bahagian Inggris itu; ia segera menyampaikan kepada Duta Besar Inggris keinginannya untuk membantu sejumlah besar uang..”

Hingga kini peristiwa bersejarah itu masih sangat membekas di hati masyarakat Irlandia, terutama bagi mereka yang tinggal disekitar pelabuhan Drogheda. Dan sejak peristiwa itu pula masyarakat Irlandia menganggap Turki seperti saudara sendiri, sehingga tak jarang siapapun yang pernah berkunjung ke Irlandia khususnya ke Drogheda dapat dengan mudah menyaksikan hal-hal yang bernuansa Turki, bahkan salah satu klub sepak bola Irlandia Drogheda United menjadikan lambang kesultanan Ottoman sebagai lambang klubnya, sebagai penghormatan terhadap kekhalifaan Ottoman Turki. Mereka bangga dengan lambang tersebut.



Begitulah jadinya bila Khilafah Islam berkuasa.

Biarkan Sejarah Bicara.

Berikut video yang menceritakan peristiwa The Great Hunger dan Khilafah Islam Turki:

Monday, 7 August 2017

Qishas (Hukum Mati) Atau Dhiyat (Denda Rp 2 Miliar) Bagi Pembunuh Pembakar Ramai-ramai Kasus "Ampli Masjid"

Qishas (Hukum Mati) Atau Dhiyat (Denda Rp 2 Miliar) Bagi Pembunuh Pembakar Ramai-ramai Kasus "Ampli Masjid"

Berita Islam 24H - Rumah duka M Alzahra alias Joya (30), di Kampung Kavling Jati, RT 04/05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terlihat ramai didatangi warga. Mereka datang dari sejumlah daerah untuk menyampaikan rasa belasungkawa secara langsung kepada istri korban, Siti Jubaida (25).

Joya tewas dihakimi massa setelah dituduh mencuri amplifier di Masjid Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02/01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Ia dibakar hidup-hidup oleh warga yang terprovokasi.

Masyarakat yang hadir itu memberikan segala bantuan dan doanya. Hal ini ditujukan untuk sedikit meringankan duka yang tengah dialami Jubaida.

Mertua korban, Pandi menyatakan pihak keluarga menghendaki agar pelaku dihukum.

"Hanya satu keinginan keluarga, bahwa para pelaku dapat diproses. Dengan itu, dapat mengobati luka dari kepergian almarhum," ujar Pandi seperti dilansir Liputan6.

Sementara itu, ustadz Budi Handrianto mengemukakan kasus (alm) Joya dapat dikategorikan pembunuhan beramai-ramai. Dalam hukum Islam, pelaku pidana ini berlaku hukum jinayat berupa Qishash (Qawad). Artinya para pelakunya dihukum mati.

Jika keluarga (dalam fikih disebut wali qishash) menginginkan seluruh pelaku diqishash maka hal tersebut diperbolehkan. Jika wali qishash ingin melakukan qishash terhadap sebagian pelaku pembunuhan dan mengampuni sebagian yang lain dengan membayar diyat (denda) maka hal tersebut boleh dilakukan. Demikian pula jika ingin mengampuni semua pelaku dengan membayar diyat, meski tanpa keridhaan pelaku.

Demikian pendapat Saad bin al-Musayyab, Ibnu Sirin, Imam Syafii, Atha, Mujahid, Ishaq, Imam Abu Tsaur, dan Imam ibnul Mundzir, dalam kitab Al-Mughni Ibnu Qudamah.

Berapa diyat atas pembunuhan tsb? Masing-masing pelaku 100 ekor unta. Kalau 1 unta sekarang seharga sapi saj Rp 20 juta maka diyatnya Rp 2 milyar. Kalau ada 10 pelaku saja, maka istri almarhum dapat Rp 20 milyar. Meski tidak bisa membuat sang suami hidup tapi paling tidak bisa menghibur diri dan keadilan sesuai hukum Allah.

Semoga keadilan bisa ditegakkan. Kalaupun di dunia ini keadilan tidak tegak, percayalah keadilan Allah akan ditegakkan di hari pembalasan. [beritaislam24h.info / pi]