Friday, 15 December 2017

25 Agustus – 24 September 2017: Sedikitnya 9.000 Rohingya di Rakhine Dibunuh

25 Agustus – 24 September 2017: Sedikitnya 9.000 Rohingya di Rakhine Dibunuh

Berita Islam 24H - Sedikitnya 9.000 Rohingya dibunuh di negara bagian Rakhine, Myanmar barat, sejak 25 Agustus hingga 24 September 2017 lalu, demikian diungkapkan oleh sebuah organisasi kemanusiaan global pada Kamis (14/12/2017).

Dokter Tanpa Batas menerbitkan angka tersebut setelah melakukan survei di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, lansir Anadolu Agency, Jumat (15/12).

Menurut laporan tersebut, kematian 71,7 persen atau 6.700 Rohingya disebabkan oleh kekerasan. Mereka termasuk 730 anak di bawah usia 5 tahun.

Dikatakan bahwa lebih dari 647.000 orang Rohingya telah menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh sejak 25 Agustus. Menurut data PBB, jumlah persisnya adalah 656.000. Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer dan aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan dan massa Budhis. Mereka membunuhi pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan desa etnis Rohingya.

“Kami bertemu dan berbicara dengan korban kekerasan di Myanmar, yang sekarang berlindung di kamp-kamp yang padat dan tidak sehat di Bangladesh,” katanya. [beritaislam24h.info / soc]

Thursday, 14 December 2017

Erdogan: Kami Bersama 1,7 Miliar Muslim Tolak Keputusan Trump

Erdogan: Kami Bersama 1,7 Miliar Muslim Tolak Keputusan Trump

Berita Islam 24H - Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan menyatakan bahwa Al-Quds (Yerusalem) adalah “garis merah” bagi umat Islam. Oleh karena itu, pihaknya menolak keputusan presiden AS Donald Trump yang mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel.

“Kami bersama dengan 1,7 miliar orang Islam di dunia mengkonfirmasikan bahwa kami menolak keputusan pemerintah Amerika,” katanya pada Rabu (13/12).

Selanjutnya, mantan PM Turki ini juga meminta Washington untuk mencabut “keputusan yang salah” atas Al-Quds tersebut.

“Kami mengharapkan pihak berwenang Amerika Serikat untuk mencabut keputusan yang salah ini secepat mungkin,” ungkapnya.

“Nasib Al-Quds tidak dapat diserahkan ke negara yang tumbuh subur dari darah dan memperluas wilayahnya dengan membunuh anak-anak, warga sipil dan wanita,” tambahnya.

Presiden Turki ini juga meminta para pemimpin OKI untuk mempertahankan sikap tegas mereka atas Al-Quds setelah pertemuan puncak di Istanbul.

“Kami, bersama dengan mitra internasional kami akan melanjutkan perjuangan kami atas Al-Quds dengan dasar hukum dan legitimasi sampai pemerintah AS mencabut keputusan yang salah,” tegasnya.

Dalam konferensi pers yang sama, Sekretaris Jenderal OKI Yousef al-Othaimeen mengatakan keputusan Trump tentang Al-Quds “tidak akan mengubah apapun di lapangan”.

Sekretaris jenderal mengatakan bahwa status definitif kota suci Al-Quds hanya dapat dicapai melalui negosiasi sesuai dengan resolusi PBB. [beritaislam24h.info / kn]
Media Ternama AS Lontarkan Hinaan Keras pada Trump

Media Ternama AS Lontarkan Hinaan Keras pada Trump

Berita Islam 24H - Surat kabar ternama Amerika Serikat (AS), USA Today, menyerang Presiden AS Donald Trump lewat editorial bernada menghina. Trump disebut tidak pantas untuk membersihkan toilet di perpustakaan Barack Obama atau menyemir sepatu George W Bush.

USA Today merupakan salah satu surat kabar dengan sirkulasi terbesar di AS. Surat kabar ini merilis editorial soal Trump setelah dia 'menyerang' seorang senator wanita dari Partai Demokrat, Kirsten Gillibrand, yang meminta Trump mundur terkait dugaan pelecehan seksual yang menyeretnya.



Dalam serangannya via Twitter, Trump menyebut Gillibrand pernah datang kepadanya 'memohon' kontribusi untuk kampanye dan 'akan melakukan apapun' untuk itu. Komentar Trump itu dinilai merendahkan wanita.

"Apakah perilaku rendahan Trump akan mencapai titik paling rendah?" demikian bunyi headline editorial USA Today, seperti dilansir AFP, Kamis (14/12/2017).

"Dengan kicauan terbarunya, jelas mengisyaratkan bahwa seorang senator Amerika Serikat akan melakukan aksi seks untuk dana kampanye, Presiden Trump telah menunjukkan dia tidak pantas menjabat," sebut editorial USA Today itu.

"Titik terendah tidak menjadi halangan bagi seorang presiden yang selalu bisa melakukan hal rendahan lainnya," imbuh USA Today yang tidak biasanya merilis editorial bernada keras semacam ini.

"Seorang presiden yang menyebut Senator Kirsten Gillibrand sebagai pelacur, tidak pantas membersihkan toilet-toilet di Perpustakaan Kepresidenan Barack Obama atau menyemir sepatu-sepatu George W Bush," tulis USA Today merujuk pada dua Presiden AS sebelum Trump.

Dalam editorial ini juga disebutkan sejumlah tindakan-tindakan Trump yang dipandang sebagai pelanggaran, termasuk dukungannya untuk kandidat Senator Alabama Roy Moore yang terseret skandal pelecehan seksual.

USA Today juga mendata pernyataan-pernyataan Trump yang dianggap salah besar, menyesatkan, memecah-belah dan tidak etis diucapkan oleh seorang Presiden AS. [beritaislam24h.info / dtk]
LSM: Tentara Israel Tembaki Warga Palestina Tanpa Sebab

LSM: Tentara Israel Tembaki Warga Palestina Tanpa Sebab

Berita Islam 24H - Sebuah LSM Hak Asasi Manusia (HAM) mengungkapkan hasil penyelidikan mengejutkan. Pasukan Israel tanpa sebab mengumbar tembakan terhadap warga Palestina.

Dikutip dari Middle East Monitor pada Rabu (13/12/2017), tentara Israel telah menembaki warga Palestina tanpa sebab pada tanggal 31 Oktober silam di Deir Ballut.

Terkait kejadian ini, Muhammad Musa yang berusia 26 tahun dan saudara perempuannya Latifah (seorang ibu lima anak) sedang berkendara dari desa mereka, Deir Ballut ke Ramallah.

Ketika mobil tiba di sebuah jalan lingkar dekat pemukiman Halamish sekitar pukul 08.45 waktu setempat, dua tentara Israel muncul dari sebuah pos militer terdekat.

Mereka memerintahkan mobil untuk berhenti, sementara satu tentara melepaskan tembakan secara terus-menerus, bahkan setelah mobil melewatinya.

Setelah diberondong peluru, Muhammad dan Latifah dipukul sejumlah tentara Israel di tubuh bagian atas dan bahunya.

Pasca kejadian ini, tidak ada satu pun tentara, petugas polisi atau paramedis Israel memberikan pertolongan pertama kepada Muhammad.

Akibatnya, Muhammad meninggal karena luka-lukanya sesaat setelah sampai di rumah sakit, dan Latifah dibolehkan pulang dari rumah sakit pada tanggal 5 November.

Terkait permasalahan ini, investigasi BTselem menemukan fakta bahwa tentara Israel telah membunuh Muhammad Musa dan melukai saudara perempuannya tanpa sebeb apapun.

Seorang saksi mata juga menuturkan bahwa paramedis Palestina juga tidak bisa dengan cepat memberikan perawatan medis karena banyaknya tentara Israel yang menembaki Muhammad Musa.

“Semua personel Israel di tempat kejadian menembaki Muhammad dan paramedis Palestina tidak bisa memberikan perawatan langsung selama beberapa menit,” ungkapnya.

Menurut laporan media yang ada, Unit Investigasi Polisi Militer telah melancarkan penyelidikan atas insiden tersebut dan komandan pasukan yang bertanggung jawab atas pos militer telah diberhentikan.

Namun, LSM tersebut menambahkan bahwa pemerintah Israel tidak akan menuntut hukum pelaku pembunuhan ilegal tersebut.

“Berdasarkan pengalaman masa lalu, Israel tidak mungkin menuntut orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan ilegal tersebut karena ini semua merupakan kebijakan pejabat Zionis,” pungkasnya. [beritaislam24h.info / kn]
AS Tolak Pernyataan OKI

AS Tolak Pernyataan OKI

Berita Islam 24H - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa Presiden Donald Trump, berkomitmen terhadap proses perdamaian di Timur Tengah. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, menolak pernyataan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menyatakan Washington bukan lagi mediator perdamaian Israel-Palestina dan menyebutnya sebagai retorika yang penuh dengan hasutan.

"Retorika semacam itu telah kami dengar di masa lalu dan telah menggagalkan perdamaian," katanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/12/2017).

Nauert lantas mendesak semua pihak untuk mengabaikan sejumlah distorsi dan memusatkan perhatian pada apa yang sebenarnya dikatakan oleh Trump. Ia mengatakan keputusan Trump tidak mempengaruhi batas kota, yang bergantung pada negosiasi antara Israel dan Palestina.

Namun saat ditanya apakah Yerusalem Timur juga bisa diakui sebagai Ibu Kota negara Palestina masa depan, Nauert mengatakan bahwa kepastian akan hal itu harus diserahkan kepada perundingan status akhir antara Israel dan Palestina.

"Kami mengambil posisi bagaimana kita melihat Yerusalem. Saya pikir terserah kepada orang-orang Israel dan Palestina untuk memutuskan bagaimana mereka ingin melihat perbatasan - lagi negosiasi status akhir," tukasnya.

Sebelumnya, negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI menyatakan bahwa Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina. Mereka juga menyatakan AS bukan lagi mediator perdamaian Timur Tengah.

Pernyataan ini dikeluarkan dalam pertemuan darurat yang dilakukan di Istanbul, Turki. Pertemuan ini diadakan untuk menyikapi kebijakan AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel beberapa waktu lalu. [beritaislam24h.info / sn]
Raja Salman Tegaskan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Raja Salman Tegaskan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Berita Islam 24H - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menegaskan kembali dukungannya terkait status Yerusalem Timur. Kerajaan Arab Saudi mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Palestina.

"Warga Palestina memiliki hak untuk Yerusalem Timur yang dicaplok Israel sebagai ibu kota mereka," kata Raja Salman seperti diwartakan Aljazirah, Kamis (14/12).

Raja Salman menyampaikan pernyataan tersebut menyusul pertemuan anggota negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki. Dalam konferensi itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak dunia bersama-sama mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.

Raja Salman mendesak adanya solusi politik untuk menyelesaikan krisis di kawasan tersebut. Dia menekankan, pentingnya pemulihan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak mendirikan negara merdeka mereka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Salman menegaskan keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukan bias yang luar biasa terhadap hak rakyat Palestina di Yerusalem. Padahal, dia melanjutkan, hak masyarakat telah dijamin berdasarkan resolusi internasional.

"Saya ulangi, kerajaan mengutuk dan menyesali keputusan AS terkait Yerusalem, karena melepaskan hak-hak bersejarah rakyat Palestina di Yerusalem," katanya.

Sebanyak 57 negara anggota OKI menyatakan pengkauan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Dalam pertemuan puncak luar biasa OKI di Istanbul, Turki, mereka juga mengajak negara-negara lain untuk mengikuti deklarasi tersebut.

"Kami menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina dan mengundang semua negara untuk mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata pernyataan resmi tersebut.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, diakuinya Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Presiden Donald Trump adalah sebuah kekejaman. Menurut dia, Amerika tak bisa lagi menjadi mediator yang jujur dan dapat diandalakan untuk menyelesaikan konflik di kawasan. [beritaislam24h.info / rci]