Saturday, 11 November 2017

Alfamidi di Depan 212 Mart Parung Bingung Tutup

Alfamidi di Depan 212 Mart Parung Bingung Tutup

Berita Islam 24H - Info tutupnya Alfamidi di seberang gerai 212 Mart beredar di berbagai grup Koperasi Syariah 212. Belum jelas penyebabnya apa. Yang jelas, menurut Hidayati, Ketua Koperasi koperasi syariah Amanah Bersama Ummat (ABU), gerai Alfamidi itu tutup sejak 31 Oktober 2017. Sebelum tutup menurut pengamatannya “Masih ada yang belanja di sana (AlfaMidi—red)”, kata Hidayati S. melalui pesan singkatnya kepada Koperasi Syariah 212.

Koperasi ABU adalah badan hukum yang menaungi gerai 212 Mart Parung Bingung.

Ketika ditanya, apakah mungkin AlfaMidi tersebut tutup karena kehadiran gerai 212 Mart, tepat di seberang jalan? Hidayati menjawab, “Bisa jadi!”.

Lokasi kedua gerai ini adalah di Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok. Bisa dicek di Google Maps pada tautan ini https://goo.gl/maps/kWsbaxfWwqq atau lihat peta di bawah ini.


Di gerai 212 Mart Parung Bingung sendiri, omzet per hari rerata saat ini, masih di Rp. 5,300,385. Oleh karena itu, menurutnya belum bisa dibilang naik karena ini baru berjalan 8-9 hari sejak penutupan AlfaMidi tersebut. “Bertambahnya penjualan per hari bisa jadi juga karena semakin bertambahnya anggota yang berada di sekitar Parung Bingung. Pembeli juga mulai beragam, dari berbagai kelas”, kata Hidayati menjelaskan.

Menurunnya FMCG

Nielsen Indonesia, pada Oktober 2017 merilis risetnya tentang penurunan belanja ritel, khusunya di kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG). “Tahun ini FMCG hingga September mengalami perlambatan pertumbuhan di mana growth hanya mencapai 2.7% sedangkan rata-rata pertumbuhan normal tahunan mencapai 11%”, kata laporan Nielsen.

Lembaga ini mengakui, mid low class sebagai pemegang porsi yang besar dalam konsumsi FMCG menahan konsumsinya, karena menurunnya daya beli dan kenaikan harga utility. Sehingga berdampak pada pengurangan konsumsi, menahan pembelian impulsive produk dan downsizing

Berlokasi di Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, gerai 212 Mart Parung Bingung diresmikan pada Ahad, 23 Juli 2017. Peresmian oleh Sekretaris Umum Koperasi Syariah 212, Agus Siswanto. Gerai 212 Mart Parung Bingung ini merupakan yang kedelapan. Baca juga: Peresmian 212Mart Parung Bingung

Koperasi Amanah Bersama Umat sebagai pemilik gerai 212 Mart Parung Bingung, berencana mendirikan gerai berikutnya di sekitaran Sukmajaya, juga masih di Depok, Depok Timur tepatnya. [beritaislam24h.info / koperasi212]

Friday, 10 November 2017

Faisal Basri: Desember Krisis Ekonomi Kecil, Jangan Ugal-Ugalan

Faisal Basri: Desember Krisis Ekonomi Kecil, Jangan Ugal-Ugalan

Berita Islam 24H - Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri memperkirakan pada Desember 2017 akan terjadi krisis ekonomi kecil. "Hati-hati sampai Desember, kemungkinan ada krisis kecil jadi hati-hati sekali. Krisis yang diciptakan oleh pemerintah sendiri," kata Faisal Basri di Ambhara Hotel Jakarta, Kamis, 9 November 2017.

Menurut Faisal hal tersebut dipengaruhi karena Bank Indonesia menurunkan suku bunga terus menerus. "Padahal trennya lagi begini," kata Faisal.

Penurunan suku bunga yang terjadi di Indonesia, menurut Faisal menciptakan rupiah yang merosot dan cadangan devisa turun. Ia menilai karena cadangan devisa digelontorkan untuk menjaga. "Kalau tidak diintervensi BI, udah tidak Rp 14 ribu lagi," kata Faisal.

Dengan begitu Faisal memperkirakan akan terjadi riak-riak yang cukup mengganggu di akhir tahun. "Sehingga 2018 paling tidak selama triwulan satu masih berbenah atas riak-riak akhir tahun," kata Faisal.

"Rupiah sudah mulai terganggu, cadangan devisa sudah kelihatan turun, sekalipun ditopang oleh intervensi masih tetap melemah," ujar Faisal.

Menurut Faisal Basri, memang selalu ada euforia, seperti indeks harga saham gabungan atau IHSG yang naik terus. Namun, Ia menilai kenaikan tersebut merupakan tanda-tanda akan segera turun.

"Mau tidak mau, pemerintah akan menelan pil pahit karena penerimaan pajak akan jauh dari target. Semua menumpuk di akhir tahun, menyebabkan ada riak-riak itu," kata Faisal.

Faisal mengatakan sudah menghitung-hitung kembali penerimaan pajak. "Kira-kira Rp 200 triliun kurangnya, tidak tanggung-tanggung," kata Faisal.

Faisal menilai dengan adanya riak-riak tersebut Presiden Jokowi dan pemerintah harus sadar bahwa perlu ada rasionalisasi kebijakan. "Tidak bisa serba ugal-ugalan seperti sekarang ini," kata Faisal.

"Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan 5 persen, tahun depan paling tinggi 5,1 persen," kata Faisal, yang juga meramalkan terjadinya krisis ekonomi kecil pada November 2017. [beritaislam24h.info / tmp]

Monday, 6 November 2017

BPS Pastikan Daya Beli Masyarakat Bawah Tertekan

BPS Pastikan Daya Beli Masyarakat Bawah Tertekan

Berita Islam 24H - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan daya beli masyarakat miskin atau 40% lapisan bawah tengah tertekan. Karena tingkat konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2017 tumbuh melambat menjadi 4,93%.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengatakan melambatnya tingkat konsumsi rumah tangga ini karena ada pergeseran pola hidup masyarakat dalam menggunakan pendapatannya.

"Saya bilang ketika kita pendapatannya 100, dulu untuk konsumsi katakanlah 70, 30 untuk yang lain, sekarang sudah terbatas banget lah," kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Untuk kalangan menengah atas, Suhariyanto mengatakan, banyak pendapatannya yang dialihkan ke beberapa sektor, seperti investasi, hingga kesehatan.

"Artinya memang ada persentase konsumsinya pasti akan menurun, nah menurunnya kemana yah, dengan uang terbatas itu dia punya pattern switching dari non leisure ke leisure, kedua tetap dikurangi pendapatan tadi," jelas dia.

Lalu bagaimana dengan daya beli kelas bawah ?

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebutkan, perekonomian Indonesia meliputi seluruh lapisan masyarakat, baik kaya maupun miskin. Sebanyak 40% kelas bawah atau miskin, 40% kelas menengah, dan 20% kelas atas atau kaya.

Lanjut Suhariyanto, kontribusi kelas bawah terhadap ekonomi nasional hanya sekitar 17%, sedangkan kelas menengah sebesar 36%, dan kelas atas sekitar 46%. Sehingga, perekonomian lebih dipengaruhi oleh kelas menengah dan atas.

"Bagaimana saya bisa menengah ke bawahnya? Dari indikator bulanan yang kita rilis. Bahwa hati-hati meski saya bicara general tidak ada penurunan daya beli tapi perlu ada kewaspadaan untuk lapisan 40% ke bawah, bahwa ada daya beli mereka tertekan," jelas dia.

Dia melanjutkan, tertekannya daya beli masyarakat kelas bawah juga terlihat dari upah buruh sektor riil yang terus turun, serta nilai tukar petani (NTP) yang naik tipis namun secara kuartal juga mengalami penurunan.

"Itu merupakan sebuah indikasi bahwa kita perlu memberikan perhatian ekstra kepada 40% lapisan ke bawah. Jadi betul bahwa pertumbuhan ekonomi mencerminkan menengah ke atas, karena share yang bawah itu hanya 17%," tukas dia. [beritaislam24h.info / dtk]
AEPI: Gagal Beruntun, Kok Bu Sri Mulyani Nggak Malu?

AEPI: Gagal Beruntun, Kok Bu Sri Mulyani Nggak Malu?

Berita Islam 24H - Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamudin Daeng mengingatkan kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani agar tidak mengandalkan sumber pendapatan negara bukan pajak (PNBP) pada layanan sektor publik.

Daeng menegaskan bahwa senganat PNBP lebih kepada royalti dan bagi hasil, bukan malah menyasar pada rakyat sebagaimana pada draf rancangan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 yang sedang didorong oleh pemerintah.

“Semangat PNBP pada dana bagi hasil dan royalti. Bukan terhadap layanan umum,” kata Daeng di Jakarta, ditulis Senin (6/11).

Menurut Daeng, upaya menyasar PNBP kepada layanan publik merupakan sebagai wujut kepanikan pemerintah dalam upaya menggenjot penerimaan negara untuk menekan angka defisit pada APBN. Karena sesungguhnya jelas Daeng, kelemahan keuangan negara bermula dari kekeliruan dan kegagalan dalam perencanaan dan penyesuaian APBN.

“Visi yang besar tidak selaras dengan kemampuan objektif,” tuturnya.

Daeng turut prihatin atas kegagalan Sri Mulyani dalam penanganan gejolak ekonomi, pada tahun ini angka defisit diperkirakan melonjak hingga 2,92 persen terhadap PDB. Begitupun target pajak dari tahun 2015 tak pernah tercapai. Sedangkan di sisi lain, utang pemerintah terus melonjak.

“Target pajak gagal, defisit meleset dari perkiraan, begitupun target pertumbuhan juga gagal. Kok bu Sri Mulyani nggak malu?” Heran Daeng. [beritaislam24h.info / akt]

Thursday, 2 November 2017

Alami Kecemasan, Pemerintah Tutup-Tutupi Kondisi Ekonomi

Alami Kecemasan, Pemerintah Tutup-Tutupi Kondisi Ekonomi

Berita Islam 24H - Pemerintah dikatakan menutup-nutupi kondisi ekonomi Indonesia yang tengah mengalami kecemasan menghadapi beban negara yang tidak sesui dengan kemampuan pemerintah untuk menggenjot pendapatan negara.

Center of Reform On Economics (Core) mengatakan selama ini pemerintah hanya menyampaikan beban bunga utang negara masih di bawah 30 persen dari Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB).

Angka ini memang masih lebih kecil dibanding dengan negara-negara lain, namun Direktur Core, Mohammad Faisal mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menyampaikan beban bunga utang disertai angsuran pokok utang itu sendiri yang berjumlah Rp630 Triliun atau lebih besar dari anggaran infrastruktur 2017 sekalipun yakni sebesar Rp401 Triliun.

“Belanja pemerintah begitu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan pendapatan negara. Tahun ini ada Rp401 Triliun anggaran untuk infrastruktur, itu jauh lebih besar dibanding tahun lalu hanya sekitar Rp200 triliun. Tahun depan naik lagi Rp409 triliun,” kata Faisal di Jakarta, ditulis Kamis (2/11).

“Tapi yang tidak mengemuka oleh pemerintah yaitu pokok utang dan bunga utang yang nilainya Rp630 Triliun, jauh dibanding anggaran infrastruktur,” tambah Faisal.

Lalu Faisal melihat potensi beban keuangan negara pada tahun mendatang akan kian berat, pasalnya banyak Surat Utang Negara (SUN) yang telah diterbitkan akan mengalami jatuh tempo.

Kemudian ditinjau dari proyeksi pertumbuhan ekonomi pada APBN 2018 sebesar 5,4 persen. Menurut Faisal angka itu tidak realistis, karena melihat pertumbuhan tahun ini diperkirakan hanya mencapai 5 persen dari taget APBN 5,2.

Karena itu, untuk merealisasikan pertumbuhan 5,4 persen pada tahun depan, diperlukan penerimaan negara yang jauh lebih besar dari tahun ini. Tentunya harus juga disertai upaya yang jauh lebih agresif dari tahun ini. Jika dilihat laju penerimaan saat ini, tidak sesui harapan.

Diketahui hingga September 2017 penerimaan pajak baru mencapai Rp 770 triliun, atau 60 persen dari target di APBN-P 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun.

“Tahun depan target pertumbuhan 5,4 persen. Saya pikir tidak akan dicapai kalau kondisinya masih seperti sekarang. Karena tahun ini saja target 5,2 persen, paling tercapai 5 persn saja,” kata Faisal.

Karena itu, dengan target pertumbuhan yang tinggi, beban bunga dan pokok utang yang kian memberatkan, serta tuntutan menyeimbangi dengan penerimaan negara baik melalui pajak, PNBB ataupun sumber lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai mengalami panik.

Hal ini tercermin dari upaya Sri Mulyani menggiring merevisi UU No 20 Tahun 1997 tentang penerimaan negara bukan pajak (PNBP), yang mana diantara isi revisi ini menyasar kepada sektor layanan publik yang memungut biaya nikah, cerai, dan rujuk.

Tidak hanya itu, revisi ini juga menyasar sektor kesehatan dan pendidikan. Pada sektor pendidikan misalnya: pemerintah memungut biaya ujian penjaringan masuk perguruan tinggi serta pelatihan-pelatihan.

“Asumsi pertumbuhan yang tinggi maka dipatok target penerimaan juga tinggi. Nah untuk memenuhi itu maka nyasar kemana-mana. Karena kalau tidak tercapai, ada potensi pemangkasan anggaran atau pelebaran utang. Defisit tahun ini yang 2,9 persen itu disumbangkan bunga utang dan pokok utang serta anggaran infrastruktur yang meningkat,” pungkas dia. [beritaislam24h.info / akt]
Bisnis Distro di Bandung Bertumbangan

Bisnis Distro di Bandung Bertumbangan

Berita Islam 24H - Penurun bisnis tidak hanya dialami bisnis ritel. Tahun ini sektor ekonomi kreatif, seperti clothing dan distribution store (distro) juga mengalami perlambatan yang cukup dalam.

Menurut Ketua Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK) Bandung, Ade Andriansyah, sejak awak tahun tingkat kunjungan distro anjlok 30 persen hingga 40 persen.

"Kondisi penurunan ini, terjadi sejak Lebaran 2016," ujar Ade kepada wartawan saat Konferensi Pers Simpati Kickfest XI di Loop Station, Jln Diponegoro, Bandung, Rabu (1/11).

Menurut Ade, puncak perlambatan bisnis clothing tersebut memang mulai terjadi tahun ini. Bahkan, perubahannya sangat cepat. "Sadar tidak sadar, tiba-tiba saja terjadi. Banyak pelaku usaha clothing dan distro kelabakan. Mereka menjerit," katanya.

Padahal, kata dia, di sisi lain mereka dihadapkan pada harga sewa tempat dan biaya operasional yang terus melambung. Namun, tingkat kunjungan justru anjlok signifikan. "Akibatnya banyak yang tumbang, menutup distronya. Ada yang memilih beristirahat dulu, ada yang memilih beralih ke online," kata Ade seraya mengatakan mayoritas pengusaha memang memilih menutup distronya lalu beralih ke online.

Ade pun, tak menampik jika keberadaan e-commerce sebagai penyebab utama pelemahan sektor tersebut. Padahal, di sisi lain, e-commerce justru seharusnya menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha clothing dan distro untuk meningkatkan ekspansi bisnisnya. "Dampak e-commerce pasti ada. Akan tetapi, bukan yang utama," ujarnya.

Ade menjelaskan, pelemahan clothing dan distro ini terjadi karena banyak faktor. Hal itu mulai dari penurunan konsumsi masyarakat, perubahan alternatif destinasi liburan karena tiket pesawat yang semakin murah, e-commerce, dan lain-lain.

Ade pun mengimbau, kondisi tersebut seharusnya tidak boleh direspon pelaku usaha clothing dan distro dengan menyerah. Karena, pelaku usaha di sektor tersebut harus semakin kreatif dan inovatif dalam desain produk, pelayanan, dan program pemasaran.

Pelaku usaha clothing dan distro pun, kata dia, harus mampu memberikan experience baru bagi pengunjung distro. Misalnya, dengan membedakan antara konsep produk yang dipasarkan secara online dan offline.

Sementara itu, tahun ini sejumlah toko ritel di Jakarta mulai menutup gerainya. Ketua Kadin Jabar Agung Suryawal mengakui kondisi tersebut terjadi salah satu penyebabnya karena daya beli masyarakat sedang turun. Berdasarkan pantauannya di sejumlah wilayah Jawa Barat seperti Garut, Sukabumi penurunannya mencapai 30 persen.

"Saya kira memang daya beli (turun). Saya kan keliling Jawa Barat khususnya Jabar Selatan. Seperti Garut, Sukabumi ternyata daya beli masyarakat memang turun sampai 30 persen," kata Agung. [beritaislam24h.info / rol]
Sektor Ritel Ambruk, 1.200 Pegawai Dipecat

Sektor Ritel Ambruk, 1.200 Pegawai Dipecat

Berita Islam 24H - Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Roy Mandey, mengatakan sebanyak 1.200 orang kehilangan pekerjaan akibat ambruknya sektor ritel dan ditutupnya sejumlah gerai beberapa waktu terakhir. “Jika ada toko yang tutup lagi pasti jumlah karyawan yang dirumahkan bertambah,” kata dia, Rabu, 1 November 2017.

Sepanjang tahun ini beberapa perusahaan ritel memutuskan untuk tutup gerai. Setelah convenient store Seven Eleven yang tutup, giliran Lotus dan Debenhams yang berhenti beroperasi menjelang akhir tahun.

Roy tak menampik jika toko serba ada sudah lagi tak menjadi pilihan masyarakat. Meski mal tetap ramai, kata dia, kebanyakan pengunjungnya tak berbelanja barang di toko ritel. Menurut dia, saat ini masyarakat mempunyai banyak pilihan untuk berbelanja, salah satunya lewat toko online. Selain itu, Roy menyebutkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat, dari membeli barang menjadi belanja wisata.

Setelah pertumbuhan ekonomi menyentuh 6 persen, Roy menillai banyak konsumen potensial yang menuntut pola belanja baru. “Di Jakarta misalnya, sudah tidak zamannya lagi berbelanja dengan troli di toko,” ujar dia. Karena itu, kata Roy, sebagian pengusaha retail berniat untuk merelokasi toko mereka ke luar Jakarta.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Harijanto, mengatakan tahun depan juga akan menjadi momen yang berat bagi sektor ritel. Menurut dia, keputusan pemerintah yang mengerek upah minimum provinsi (UMP) sebesar 8,71 persen memperberat beban pengusaha sehingga berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). “Bagi yang bisnisnya lesu, nilai upah itu besar sekali. Semoga PHK tidak semakin banyak,” kata dia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto juga mengatakan kenaikan UMP bakal memukul sektor ritel yang tahun ini pertumbuhannya melambat menjadi 8 persen. Tapi, kata dia, nilai upah itu sudah cukup adil bagi pekerja. “Apalagi para pekerja terus dibayang-bayangi harga komoditas yang sering bergejolak,” tutur dia, Rabu, 1 November 2017.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan banyak pengusaha retail yang mengklaim terjadinya pelemahan daya beli masyarakat. Walhasil, pada pekan lalu, Kadin mengusulkan pemerintah untuk membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) selama sepekan agar masyarakat mau berbelanja kembali.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah belum bisa segera menyimpulkan banyaknya gerai retail yang rontok beberapa waktu terakhir. Menurut dia, pemerintah masih perlu waktu untuk mempelajari fenomena ini. “Belum tentu karena daya beli lemah.”

Meski sektor ritel sedang jeblok, pasokan barang dagangan tak terganggu melihat jasa antarbarang di Tanah Air yang mengalami pertumbuhan. Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita mencatat hingga semester I 2017 pertumbuhan sektor logistik terus tumbuh. “Salah satu penyebabnya, karena e-commerce,” ujar dia. [beritaislam24h.info / tmp]

Wednesday, 1 November 2017

BI: Daya Beli Orang Kelas Menengah Bawah Turun

BI: Daya Beli Orang Kelas Menengah Bawah Turun

Berita Islam 24H - Bank Indonesia (BI) turut mencatat penurunan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Sehingga berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional.

"Karena menurun, sektor rumah tangga lebih hati-hati. Lebih selektif dalam konsumsi, utamanya ini terjadi untuk kelompok rumah tangga yang di bawah middle income hingga lower income. Jadi daya beli turun di situ, golongan menengah ke bawah yang melemah," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara seminar National and Regional Balance Sheet: Toward an Integrated Macrofinancial System Stability, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Dia menjelaskan, daya beli lemah tak mempengaruhi kelompok atas atau orang kaya, karena tingkat pendapatannya terus meningkat. "Makanya kalau dilihat dari dana pihak ketiga (DPK) bank naik 11% itu akan terlihat dari analisis ini kelihatan dan digabung dengan indikator makro dan sektor riil," ujarnya.

Dari data uang beredar BI per September perolehan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional tercatat Rp 4.992 triliun meningkat 11,1% dibandingkan periode bulan sebelumnya Rp 4.237 triliun.

Untuk DPK giro tercatat Rp 1.110 triliun tumbuh 12% dibandingkan periode bulan sebelumnya Rp 1.073 triliun. Kemudian DPK tabungan tercatat Rp 1.592 triliun tumbuh 10,1% dibandingkan bulan sebelumnya Rp 1.562 triliun.

Sedangkan untuk simpanan berjangka atau deposito tercatat Rp 2.290 triliun atau tumbuh 11,3% dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Pertumbuhan DPK terjadi pada seluruh jenis simpanan kecuali giro berdenominasi valas yang turun 5,5%. Sementara itu untuk DPK berdenominasi rupiah terakselerasi menjadi tumbuh 11,8% dari sebelumnya 9,8% yang terjadi pada seluruh jenis simpanan. [beritaislam24h.info / dtk]
Sok Bela Nasib Karyawan Alexis, Tapi Mingkem Nasib Ratusan Ribu Nelayan Akibat Reklamasi

Sok Bela Nasib Karyawan Alexis, Tapi Mingkem Nasib Ratusan Ribu Nelayan Akibat Reklamasi

Berita Islam 24H - Lagu lama kalo nutup bisnis prostitusi..

"Anies menyengsarakan ribuan orang scr tdk langsung krn di phk massal" -- kata mereka dan gerombolannya sok belain nasib orang.

TAPI mereka mingkem dengan nasib ratusan ribu nelayan yang diusir akibat proyek reklamasi yang dipaksakan oleh gubernur DKI sebelum Anies dan dibackup oleh pemerintah Jokowi.

[KOMPAS]
Data Kiara, 107.361 KK Nelayan Terusir akibat Reklamasi

Reklamasi memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan nelayan, dan warga di daerah pesisir.

Tidak hanya mata pencarian, tempat tinggal para nelayan ini juga terancam akan hilang akibat proyek reklamasi.

Berdasarkan Catatan Akhir Tahun 2016 Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), sebanyak lebih dari 107.361 kepala keluarga (KK) nelayan terusir dari belasan lokasi pulau buatan.

APAKAH MEREKA PERNAH MEMIKIRKAN NASIB NELAYAN AKIBAT PROYEK DZOLIM REKLAMASI???

APAKAH MEREKA PERNAH BERTERIAK MENGKRITIK REZIM AHOK DAN JOKOWI YANG NGOTOT DENGAN PROYEK REKLAMASI???

Atau kasus lain PENGGUSURAN PAKSA di era Ahok, apakah mereka pernah berteriak membela warga miskin yang terusir oleh penggusuran paksa???

TIDAK. TIDAK. DAN TIDAK.

Tapi begitu bisnis lendir ditutup, mereka nyinyir.

INTINYA mereka nyinyir bukan karena mereka membela nasib orang lain, karena jumlah yang jauuuuhhhh LEBIH BUANYAAAAKKK seperti para nelayan toh mereka diam sejuta bahasa.

INTINYA mereka resah ketika maksyiat disikat. [beritaislam24h.info / pi]

Tuesday, 31 October 2017

BPJS Kesehatan Tekor Rp 9 T, JK Pertimbangkan Kenaikan Iuran

BPJS Kesehatan Tekor Rp 9 T, JK Pertimbangkan Kenaikan Iuran

Berita Islam 24H - Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melaporkan defisit yang mencapai Rp 9 triliun ke Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) pekan lalu. Defisit tersebut muncul akibat timpangnya penerimaan dari iuran peserta dengan beban jaminan kesehatan yang harus ditanggung.

JK tengah mempertimbangkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan tersebut diperhitungkan dengan nilai inflasi sendiri.

"Memang tarif sedang dipertimbangkan karena juga menghitung inflasi, ini kan sudah tiga tahun masa begitu-begitu saja sedangkan mungkin layanan yang diberikan sudah naik," tutur JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).

JK menganggap, dengan kondisi defisit seperti ini akan sulit bagi BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan dengan optimal.

"Kalau defisit begitu, banyak utang di rumah sakit, nanti RS tidak bisa jalan. Rumah sakitnya biasa aja, karena dia menerima saja pasien kemudian dibayar pemerintah. Jadi setiap defisit itu pemerintah lah yang membayarnya, bukan rumah sakit," jelasnya.

Selain mempertimbangkan kenaikan iuran, JK juga tengah mengkaji untuk meningkatkan kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda).

"Jadi Pemda harus ikut bertanggungjawab karena sekarang Pemda merasa itu hanya BPJS saja sehingga baik dinas kesehatan tidak mengontrolnya, kan banyak juga hal-hal yang tidak sesuai. Padahal Pemda juga banyak, selalu ada program kesehatan oleh daerah masing-masing jadi gabungkan saja itu nanti akan selesai itu defisit. Sudah dibicarakan kabinet, nanti akan saya usul dibicarakan lagi supaya jangan tiap tahun tinggi defisitnya," imbuhnya. [beritaislam24h.info / dtk]
Amburadul Bisnis Ritel, Pasar Tradisional Ikutan Sepi

Amburadul Bisnis Ritel, Pasar Tradisional Ikutan Sepi

Berita Islam 24H - Badai tengah menghadang industri ritel dunia. Di dalam negeri, sejumlah gerai ritel tutup, mulai dari 7-Eleven, dua gerai Matahari Department Store, Ramayana, Lotus Department Store, hingga rencana penutupan gerai Debenhams.

Beratnya bisnis ritel diakui oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pengelola minimarket Alfamart itu tengah menghadapi persoalan kenaikan rasio utang terhadap modal, atau debt to equity ratio (DER).

Pada semester I-2017, DER AMRT naik menjadi 3,58 kali karena adanya tambahan pinjaman Rp 2,6 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding rata-rata industri sebesar 1,82 kali.

Perseroan juga memiliki beban bunga Rp 318 miliar, yang menyebabkan penurunan laba bersih. Pada semester I-2017 perseroan mengalami penurunan laba bersih 16,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 75,5 miliar.

Sekretaris Perusahaan AMRT, Tomin Widian, mengatakan selama ini dalam pembukaan cabang seluruh varian toko ritel Alfamart memang dibiayai dari utang. Sehingga penambahan cabang seiring dengan penambahan beban bunga utang.

Tomin juga mengakui, industri ritel juga saat ini tengah dihadapi kesulitan. Sehingga penambahan cabang yang berasal dari utang belum bisa menyumbang pertumbuhan laba bersih.

"Saat ini, kondisi bisnis ritel secara umum sedang menghadapi tantangan yang cukup berat," tuturnya kepada detikFinance.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, mengatakan Indonesia tidak sendirian. Banyak negara lain yang industri ritelnya juga tengah melesu.

"Seperti di Eropa, AS dan seluruh dunia ritel sedang amburadul dan sedang mengalami proses pergeseran," kata Thomas.

Mengutip Reuters, Wal-Mart menutup Walmart Express di 269 lokasi di Amerika. Ini karena biaya operasional yang terlalu tinggi namun tidak sesuai dengan pendapatan.

Thomas juga yakin, banyaknya toko ritel yang tutup di Indonesia lantaran adanya pergeseran belanja dari offline ke online. Meskipun menurut dia di Indonesia transaksi belanja online masih terbilang kecil dibandingkan transaksi secara langsung.

Namun Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA/ Indonesia E-Commerce Association), Aulia Ersyah Marinto, tak sependapat dengan pikiran tersebut. Dia menampik jika mulai maraknya jual beli online berkontribusi besar pada tumbangnya para pemain ritel offline. Menurutnya, banyak alasan yang membuat pemain ritel akhirnya memilih menutup gerainya.

"Jadinya informasi yang saya dapat dari pelaku offline, mereka tutup karena banyak hal, seperti melakukan reposisi, enggak ada urusan sama online. Ini harus dicermati. Online juga tak ada kalau tidak ada offline. Kalau anda punya barang dijual online, itu juga dari offline. Atau orang buka online suplainya juga dari offline. Di satu titik, ada sinergi di situ, jangan dikotomi," kata Aulia kepada detikFinance.

Di negara yang toko online sudah berkembang sangat pesat, diakuinya, turut berkontribusi pada lesunya penjalan di toko-toko offline. Namun kondisi di Indonesia jauh berbeda, dimana secara keseluruhan transaksi e-commerce baru di bawah 2%.

CEO Blanja.com ini berujar, situasi sulit yang dihadapi pelaku ritel offline yang dimaksudnya yakni seperti pergeseran dari fisik toko itu sendiri, hingga perubahan pola belanja pada konsumennya.

Pasar Tradisional Ikutan Sepi

Wabah sepinya pelanggan sepertinya juga telah merambah pasar tradisional. Seperti para pedagang di Pasar Tebet Barat, Jakarta Timur yang mengeluhkan pendapatannya menurun lantaran sepinya pembeli.

Dani misalnya, biasnaya dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 2-3 juta per hari, namun saat ini angka omzet itu turun drastis menjadi Rp 800 ribu per hari.

"Biasanya pembeli per harinya 180 orang. Tapi sekarang bisa kurang lebih 80 orang saja," akunya kepada detikFinance.

Menurutnya sepinya pengunjung pasar sudah terjadi sekitar 3-4 bulan belakangan ini. Cukup lama untuk memaksanya mencari pekerjaan sambilan sebagai tukang cangkul guna menutupi kebutuhan hidupnya.

"Sekarang sepi jadi untuk bertahan hidup harus nyambi jadi tukang cangkul. Ya untuk bertahan hidup," tutupnya. [beritaislam24h.info / dtk]
Laba Bersih Sari Roti Anjlok 52% Jadi Rp 97 Miliar dari Sebelumnya Rp 203,69 miliar

Laba Bersih Sari Roti Anjlok 52% Jadi Rp 97 Miliar dari Sebelumnya Rp 203,69 miliar

Berita Islam 24H - Kinerja PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sepanjang 9 bulan tahun ini kurang menggembirakan. Laba dari produsen roti bermerek Sari Roti anjlok 52,2%.

Melansir keterbukaan informasi, Senin (30/10/2017), ROTI menngantongi laba bersih hingga kuartal III-2017 sebesar Rp 97,35 miliar. Angka tersebut turun jauh dibandingkan dengan laba pada periode yang sama sebesar Rp 203,69 miliar.

Perolehan penjualan bersih perseroan sebenarnya hanya turun tipis dari Rp 1,83 triliun menjadi Rp 1,8 triliun. Beban pokok penjualan juga turun tipis dari Rp 886,9 miliar menjadi Rp 881,3 miliar.

Namun beban usaha meningkat tinggi dari Rp 670,7 miliar menjadi Rp 806,78 miliar. Laba usaha pun menurun jauh dari Rp 323,8 miliar menjadi Rp 178,59 miliar.

Sementara total liabilitas meningkat dari Rp 1,47 triliun di akhir 2016 menjadi Rp 1,5 triliun. Adapun total aset meningkat tipis dari posisi akhir tahun sebesar Rp 2,91 triliun menjadi Rp 2,97 triliun di akhir September 2017. [beritaislam24h.info / dtk]

Monday, 30 October 2017

Deni Daruri: Rupiah Drop, Ke Mana Jurus Bank Indonesia?

Deni Daruri: Rupiah Drop, Ke Mana Jurus Bank Indonesia?

Berita Islam 24H - President Director Center for Banking Crisis, Achmad Deni Daruri mengatakan rupiah bergerak liar terus melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serika di akhir Oktober ini yakni menembus Rp 13.600 per satu US dolar. Dibandingkan pelemahan mata uang regional lainnya seperti Singapura, rupiah lebih terjun bebas.

“Pelemahan rupiah ini seakan-akan tidak ada Bank Indonesia dalam NKRI ini. Ke mana jurus Gubernur BI?” tanya Achmad Deni Daruri kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/10).

Menurutnya, pelemahan mata uang di Asia memang karena perekonomian Amerika terus membaik. Dan, tren perekonomian Amerika terus positif baik kebijakan fiskal oleh pemerintah AS maupun kebijakan moneter yang dilakukan oleh the Fed.

Lebih lanjut, dia mengatakan Bank Sentral seperti Singapura telah menyiapkan intrumen moneter yang inovatif dan antisipatif sehingga perkembangan perekonomian Amerika tidak signifikan mempengaruhi mata uang Singapura.

Otoritas Moneter Singapura, menurut Deni Daruri, menggunakan pertukaran mata uang Singapure dolar sebagai instrumen utama kebijakan moneter bukan suku bunga. Ini memudahkan, otoritas bank central untuk melakukan penyesuaian kebijakan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.

“Beda dengan rupiah, BI kelihatan agak gugup mengantisipasi perkembangan ekonomi Amerika, sehinga intrumen BI tidak inovatif hanya intervensi pasar, yang hanya menghabiskan cadangan devisa tanpa efek maksimal pengaruhnya,” katanya.

Menurut Deni, BI dituntut harus inovatif dan antispatif terhadap kondisi perekenomian global khusus ekonomi Amerika.

“Semoga gubernur BI yang akan habis masa jabatan Mei 2018 punya jurus baru menguatkan nilai rupiah agar kelihatan bahwa kita memang punya gubernur BI yang berkualitas bukan jurus berkampanye untuk terpilih lagi menjadi Gubernur BI periode berikutnya,” katanya. [beritaislam24h.info / jpnn]

Sunday, 29 October 2017

Dihadiri Luhut, Lippo Lakukan Topping Off 2 Tower Meikarta

Dihadiri Luhut, Lippo Lakukan Topping Off 2 Tower Meikarta

Berita Islam 24H - Lippo Group melakukan topping off atau pemasangan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi kepada 2 tower di kota baru Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Dua tower ini bernilai Rp 1 triliun.

"Dua tower ini senilai Rp 1 triliun yang dibangun dengan Surat Izin Mendirikan Bangunan No.503/096/B/BPMPPT. Kegiatan ini merupakan pencapaian pembangunan kota baru Meikarta," kata CEO Meikarta, Ketut Budi Wijaya dalam sambutannya di Meikarta CBD, Cikarang, Minggu (29/10/2017).

Turut hadir dalam acara tersebut Menko Bidang Maritim Luhut B. Panjaitan dan CEO Lippo Group James T Riady.

Lebih lanjut, Ketut mengatakan pembangunan tower yang lain akan dilaksanakan setelah melakukan kegiatan topping off tersebut. Sehingga direncanakan tower sudah dapat diserahterimakan pada akhir 2018.


"Setelah topping off 2 tower ini kami akan meneruskan untuk pembangunan tower yang lain. Rencanannya bisa diserahterimakan akhir 2018 sebanyak 50 tower," jelasnya.

Ia memaparkan bahwa pembangunan kota baru Meikarta merupakan proyek dengan investasi terbesar Lippo Grup, yakni sebanyak Rp 278 triliun. Pasalnya, pembangunan Meikarta diyakini berada di kawasan yang menguntungkan, yaitu koridor Jakarta - Bandung.

Meikarta diyakini bakal menjadi pusat ekonomi baru. Sebab pada dasarnya ekonomi nasional disebut Ketut berada di kawasan tersebut.

"Saat ini 60% ekonomi nasional Indonesia berada di kawasan Jakarta - Bogor Tangerang Depok Bekasi (Bodetabek) - Bandung dan 70% nya berada di pusat Bekasi - Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 15 juta dalam waktu 20 tabun ke depan," pungkasnya.

Sebagai informasi, kawasan Meikarta juga menjadi pusat dari keseluruhan industri nasional. Di mana lebih dari 1 juta mobil, 10 juta motor dan jutaan kulkas, televisi dan produk rumah tangga diproduksi setiap tahunnya.

Ketut pun mengharapkan pembangunan kota baru Meikarta dapat menjadi solusi dari kemacetan, kepadatan dan tekanan sosial yang terjadi di Ibu Kota DKI Jakarta.

"Kedepannya Meikarta diharapkan dan diperkirakan akan menjadi bagian dari solusi kemacetan, kepadatan dan tekanan sosial dari Ibu Kota DKI Jakarta," tutupnya. [beritaislam24h.info / dtk]

Saturday, 28 October 2017

Keuangan Negara Masih Defisit, Sri Mulyani Kejar Cukai Plastik dari Masyarakat

Keuangan Negara Masih Defisit, Sri Mulyani Kejar Cukai Plastik dari Masyarakat

Berita Islam 24H - Kementerian Keuangan terus menelurkan kebijakan yang membebani masyarakat. Di saat perekonomian masih lesu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ternyata terus mencari penerimaan secara serampangan, baik itu dari sektor pajak atau pun cukai.

Kini, Sri Mulyani ingin kembali menghidupkan wacana cukai plastik yang dulu sempat diprotes. Hal ini dilakukan pemerintah karena anggaran APBN terus mengalami defisit yang cukup lebar.

Anak buah Sri Mulyani, Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi terus ngotot dan mengaku tidak akan mengendurkan upaya agar plastik bisa dikenai tarif cukai.

“Kita tetap berusaha untuk mendorong hal itu. Bahkan target pemerintah tak cuma mau mengenakan tariff cukai ke plastic, tapi juga ada alternative lain,” jelas Heru di Jakarta, Jumat (27/10).

Alternatif lain barang yang kena cukai, disebut dia, tengah dipersiapkan pemerintah. Salah satunya produk minuman berpemanis yang peredarannya dianggap perlu dikendalikan. Dalih pemerintah, pengenaan tarif cukai itu untuk mengendalikan peredaran barang-barang pemanis yang berbahaya itu.

“Itu baru wacana yang lainnya seperti kita bagaimana kendalikan atau bagaimana pemerintah bisa kurangi penyakit misalnya obesitas atau gula,” klaim dia.

Sebelumnya, Sri Mulyani menyebutkan, pemerintah dalam rencana ingin mengenakan tarif cukai itu sudah melakukan sosialisasi yang panjang. “Kami selama ini melihatnya bagaimana waktunya tidak mengganggu momentum positif di perekonomian,” klaim Menkeu.

Dia mengkau cukup prihatin dengan perekonomian nasional yang masih lesu. Sehingga pemerintah tidak ingin pengenaan cukai plastic malah menyebabkan tekanan terhadap perekonomian.

“Waktu ekonomi alami tekanan bertubi-tubi dari harga minyak, komoditas, ekspor melemah. Kami tidak mau menciptakan tambahan beban yang membebani ekonomi itu sendiri,” klaim Menkeu lagi. [beritaislam24h.info / akt]
Aprindo Tegaskan Tutupnya Sejumlah Ritel Bukan karena Bisnis Online

Aprindo Tegaskan Tutupnya Sejumlah Ritel Bukan karena Bisnis Online

Berita Islam 24H - Sepanjang Januari hingga Oktober 2017 sejumlah toko ritel terus berguguran, mulai dari Sevel, Matahari, Lotus, sampai terakhir Debenhams.

Menanggapai hal itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menyebut tumbangnya toko ritel bukan disebabkan oleh maraknya bisnis online. Menurutnya, ada banyak penyebab tutupnya toko ritel.

Dia menyebut, tutupnya ritel besar terjadi di lokasi yang memang tidak strategis dalam persaingan bisnis. Di sisi lain, kondisi daya beli masyarakat di wilayah tersebut memang sedang lesu.

"Bukan online faktor utama. Tapi terakhir yang dihebohkan dan dimunculkan online. Kebetulan Presiden kita ini senang dengan digital ini sehingga semua menterinya mencocokkan dengan online, online, online," ujarnya di Warung Daun, Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu (28/10).

Dia menambahkan, di beberapa daerah juga terjadi penutupan toko ritel. Namun, banyak juga ritel yang membuka cabang baru.

"Tapi kalau buka-tutup toko itu sudah sering. Cuma antara lebih banyak buka atau lebih banyak tutup, pasti lebih banyak buka daripada tutup karena lokasi tidak cocok, salah ambil lokasi," tambahnya.

Lebih lanjut, diskon yang kerap dilakukan oleh ritel menjelang tutup dilakukan sebagai salah satu cara mengembalikan biaya operasional. Dengan demikian, kerugian yang dialami ritel tidak terlalu dalam.

"Semua pasti begitu," pungkasnya. [beritaislam24h.info / jpc]

Friday, 27 October 2017

Pertamina Keberatan SPBU Vivo Jual BBM Setara Premium

Pertamina Keberatan SPBU Vivo Jual BBM Setara Premium

Berita Islam 24H - PT Pertamina (Persero) mengaku keberatan dengan keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengizinkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo menjual bahan bakar minyak (BBM) dengan kadar oktan yang setara dengan premium. Hal tersebut dinilai akan merugikan perseroan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengaku tidak masalah dengan kehadiran pesaing baru di industri migas Tanah Air. Hanya saja, perseroan tidak sepakat jika pesaing baru tersebut diizinkan menjual BBM setara premium tanpa ada keharusan untuk menjual BBM tersebut di luar wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

"Masalahnya adalah mengapa sekarang diizinkan pesaing menjual premium 88 di tempat-tempat gemuk tanpa ada treatoff seimbang untuk juga melayani non Jamali," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Apalagi, lanjut dia, pemerintah dan Pertamina saat ini tengah dalam upaya menghapuskan premium karena dianggap BBM yang tidak ramah lingkungan. Selain itu, BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut juga tidak baik untuk mesin kendaraan.

"Dry gasoline 88 sudah menjadi target bersama dengan pemerintah yaitu Kementerian ESDM untuk dihapus karena isu kebutuhan mesin automotif dan isu baku mutu lingkungan," imbuh dia.

Jika SPBU Vivo tetap diizinkan untuk menjual BBM setara premium, tambah pria yang akrab disapa Adim ini, maka perseroan akan sangat merugi. Khususnya, terkait beban distribusi premium yang harus ditanggung BUMN migas ini.

"Kalau ini dibiarkan maka akan sangat merugikan pertamina (beban distribusi Premium 88 yang merugi) dan hanya memberikan rente ekonomi ke segelintir pemain. Pertamina jelas menolak unfairness," jelasnya.

Sekadar informasi, SPBU Vivo hari ini diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. SPBU yang terletak di daerah Cilangkap ini menjual tiga jenis bahan bakar, yakni Revvo 89, Revvo 90, dan Revvo 92.

Untuk Revvo 89 yang kadar RON-nya diklaim sedikit di atas premium dijual seharga Rp6.100 per liter atau lebih murah dari premium yang seharga Rp6.450 per liter. Sementara untuk Revvo 90 dijual Rp7.500 per liter dan Revvo 92 dijual Rp8.250 per liter. [beritaislam24h.info / snc]
Toko Ritel Berguguran, 4 Juta Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan

Toko Ritel Berguguran, 4 Juta Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan

Berita Islam 24H - Sejumlah toko ritel modern menutup gerainya tahun ini. Sebut saja 7-Eleven, Matahari di Pasaraya Blok M dan Manggarai, serta yang terkini adalah Lotus Department Store.

Selain itu, akhir tahun ini, gerai Debenhams di Senayan City bakal tutup. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey, mengatakan sektor ritel modern sendiri berkontribusi pada pembukaan lapangan kerja langsung untuk sekitar 4 juta orang.

Nah, jika toko ritel pada berguguran, bisa dibayangkan bagaimana dampaknya bagi para pekerja di sektor ini.

"Kontribusi ritel itu kan 4 juta orang yang bekerja di dalamnya. Artinya kalau sampai banyak yang tutup, akan banyak orang kehilangan pekerjaan," kata Roy kepada detikFinance, Jumat (27/10/2017).

Selain itu, jika banyak toko modern yang tutup, implikasinya bisa membuat perputaran uang di pusat perbelanjaan ikut meredup. "Otomatis banyak yang tutup, enggak bisa lanjutin sewa," tuturnya.

Roy menjelaskan, ritel yang mengalami kelesuan sendiri kebanyakan di segmen fashion. Itu pun tak semuanya mengalami penurunan penjualan. Selain itu, penutupan beberapa gerai ritel juga dilakukan karena strategi memperkuat bisnis.

"Jadi bukan karena online, kalau dikatakan karena pergeseran perilaku konsumen iya. Orang mengurangi belanja. Hanya beberapa saja kan yang ritel tutup. Buka-tutup toko sudah biasa, sudah diperhitungkan. Kaitannya ini terkait pengaturan atau redefinisi ulang toko, diformat ulang penjualan ritelnya," ujar Roy. [beritaislam24h.info / dtk]
Sudah Di-discount 80 Persen Baju Wanita Masih Menumpuk

Sudah Di-discount 80 Persen Baju Wanita Masih Menumpuk

Berita Islam 24H - Ritel-ritel ternama di Jakarta mulai berguguran. Setelah Seven Eleven (Sevel) dan Matahari Departemen Store, kini giliran Lotus Departemen Store yang akan berhenti beroperasi per 31 Oktober 2017.

Tidak tanggung-tanggung, Lotus langsung menutup tiga gerainya sekaligus yang beradadi Thamrin, Cibubur, dan Bekasi. Seperti pada umumnya, ritel yang akan gulung tikar, manajemenLotus memberikan diskon besar-besaran untuk seluruh produknya, hingga 80 persen.

Rabu siang (25/10), ratusan calon pembeli mengantre di de­pan pintu masuk pusat perbelan­jaan Lotus Department Store di Gedung Djakarta Theater XXI, Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka sabar menunggu beberapa menit sebelum pintu masuk benar-benar dibuka pukul 15.00 WIB.

"Saya sudah nunggu sejak jam 2 siang. Mau beli sepatu, soalnya lagi discount besar sampai 80 persen," ujar Ari di Lotus Departeman Store, Thamrin.

Tepat pukul 15.00 WIB, ratu­san orang berebut masuk ketika pintu dibuka. Calon pembeli merangsek menuju lantai dua tempat toko sepatu bermerek dijual dengan discount hingga 80 persen. "Saya mau nyari sepatu Reebok dan Converse," ujar Ari kembali.

Saking banyaknya calon pem­beli yang ingin membeli sepatu, petugas akhirnya membatasi setiap 20 orang untuk masuk ke dalam toko terlebih dahulu sambil memilih sepatu yang di­inginkan. Setiap pembeli hanya diberi waktu 10 menit. Setelah itu, mereka diminta segera menuju kasir untuk membayar sepatu yang telah dipilihnya itu. Penyebabnya, masih banyak calon pembeli yang mengantre di luar toko.

"Tadi beli Reebok seharga Rp 1 juta dari harga awal Rp 3 juta. Juga Converse seharga Rp 400 ribu dari harga awal Rp 800 ribu," ujar Ali.

Ali menilai, harga barang yang dijual di Lotus relatif lebih mahal dibanding dengan toko retail ternama lainnya. Tapi, saat ini barang-baraang di Lotus dijual murah.

Berbeda dengan di lantai dua, di lantai satu lebih sepi. Beberapa pakaian menumpuk di keranjang karena tidak laku. Di lantai ini di­jual berbagai macam busana dan perlengkapan wanita. Discount yang diberikan mulai dari 20 hingga 80 persen. Pakaian kerja wanita dijual Rp 120 ribu dari harga normal Rp 400 ribu. Ada juga busana Muslim hingga mainan anak. Selain itu, ada tas wanita bermerk yang didiskon hingga 40 persen. Kemudian, pakaian pria dibanderol mulai dari Rp 120 ribu per potong. Ada t-shirt, kemeja, celana chino hingga jas.

Di lantai 2 terdapat toko sepatu. Selain itu, tersedia berbagai jenis busana dan perlengkapan pria. Sepatu bermerk dijual Rp 99.000 dari harga normal Rp 350.000. "Yang di lantai 2, barang-ba­rangnya akan dikembalikan ke supplier. Jadi, diskonnya beda dengan yang di lantai 1," ujar Sandra, salah satu karyawan Lotus Departemen Store.

Pemandangan lainnya, pu­luhan pegawai dan satpam di Lotus merapikan barang-barang yang masih tersisa ke dalam kardus. Walhasil, beberapa sudut toko sudah terlihat kosong dan bersih dari barang dagangan.

Sandra mengaku tidak tahu akan nasib dirinya dan para karyawan lainnya setelah Lotus di Thamrin akan ditutup akhir bulan ini. "Saya serahkan ke atasan saja. Semoga dialihkan ke bidang lain. Yang penting, tidak ada PHK," harapnya.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adiperkasa (MAP) Fetty Kwartati, keputusan penu­tupan dua toko tersebut diambil manajemen setelah memper­timbangkan perubahan tren ritel secara global. Apalagi, kata dia, perubahan gaya berbelanja dari offline ke online mulai meram­bah Indonesia.

"Di seluruh dunia, tren ber­belanja generasi milenial telah beralih dari department store, dan memilih untuk berbelanja di gerai specialty store," ujar Fetty dalam keterangannya, kemarin.

Menurut Fetty, sejalan dengan tren pasar saat ini, perusahaan­nya akan terus berinvestasi pada bisnis active, fashion dan food & beverage. Seperti toko-toko bermerk seperti Adidas, Converse, serta Payless. Hingga lini bisnis yang bergerak di sek­tor makanan dan minuman, seperti Starbucks, Domino's Pizza, maupun Burger King.

Di Indonesia, pertumbuhan signifikan industri e-commerce berdampak pada offline store. "Kami telah merilis gerai online yang diberi nama MAPeMall, dan mengembangkan bisnis O2O atau online to offline sebagai bagian dari visi perusahaanuntuk menjadi peritel omni-channel terdepan di Asia," harapnya.

Selain itu, Fetty menjelaskan, tiga outlet Debenhams yang ada di Indonesia, yaitu Kemang Village, Supermall Karawaci juga akan ditutup. "Satu lagi di Senayan City akan ditutup akhir tahun," tandasnya.

Kendati melakukan efisiensi, Fetty mengklaim, perusahaannya masih menorehkan kinerja yang positif dalam semester pertama 2017. "Kinerja keuangan yang didapatkan dari segi penjualan pada kuartal ketiga juga masih relatif kuat," akunya.

Berdasarkan laporan keuangan MAP, perusahaan mengalami pertumbuhan pendapatan 16,4 persen dalam akumulasi selama tiga tahun. Pada semester Itahun 2017, pendapatan MAP naik 15,8 persen menjadi Rp 7,7 triliun, diiringi laba usaha perseroan yang juga mengalami kenaikan sebesar 58,8 persen,mencapai Rp 354,4 miliar. Sedangkan untuk laba bersih, MAP membukukannya senilai Rp 175 miliar.

Latar Belakang
Sampai Akhir Tahun Diprediksi Tak Memuaskan

Pertumbuhan Bisnis Ritel

Lotus Department Store akan menutup tiga gerai di Thamrin, Cibubur, dan Bekasi pada akhir Oktober ini. Penutupan retail tersebut menyusul Seven eleven yang menutup seluruh gerainnya awal tahun 2017.

Sebelumnya, Ramayana juga menutup delapan gerai, disusul Matahari Department Store yang menutup dua gerai di Pasaraya Manggarai dan Blok M pada akhir September 2017.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mande menilai, tutupnya Lotus Departemen Store kar­ena perubahan perilaku kon­sumsi masyarakat yang saat ini memilihmenggelontorkan uang­nya untuk berpergian dibandingkan belanja. "Ada juga yang memindahkan uang belanjanya ke perbankan, jadi bukan karena daya beli," ujar Roy

Menurut Roy, penutupan geraiLotus sama sekali tidak berhubungan dengan adanya pergeseran konsumsi masyarakat ke ritel online. "Penutupan itu lebih kepada mereka mengganti format dan konsolidasi pasar," kata dia.

Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta menambahkan, efisiensi merupakan lagu lama bagi pe­rusahaan ritel untuk mensta­bilkan pertumbuhan konsumsi masyarakat yang tak terlalu tinggi. Caranya, kata dia, denganmenutup toko-toko yang dinilai sudah tak produktif lagi atau merosot sumbangan pendapatannya kepada perusahaan. "Mereka mencari lagi titik lain yang sekiranya potensial," tandas Tutum.

Sebenarnya, kata Tutum, penutupan bukan kali ini saja terjadi, dari dulu begitu. "Ada masanya, yang tidak produktif lagi ditutup, bisa ganti ke yang lain," ujarnya.

Tutum menambahkan, yang melandasi rencana penutupan Lotus Department Store pada akhir bulan ini, sama halnya yang dilakukan Ramayana dan Matahari Department Store.

Hanya saja, dia mengaku khawatir, efisiensi tak lagi ampuhbila konsumsi masyarakat terus melemah. Sementara, dari sisi operasional, perusahaan perlu membayar, sewa tempat, listrik, dan membayar pegawai. "Kalau makin lama daya beli masyarakat terus begini, akan terus menekan pastinya."

Tutum memprediksi, pertumbu­han industri ritel sampai akhir ta­hun ini tak memuaskan. Pasalnya, untuk kuartal IV ini diperkirakan tak akan setinggi kuartal IIlalu karena sentimen Lebaran.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, tutupnya Lotus meru­pakan sesuatu yang normal. Karena dalam dunia bisnis, se­gala sesuatu bergerak dinamis.

"Dalam perekonomian, ada yang tersingkir, ada yang bang­krut, ada yang muncul, itu nor­mal," ujar Darmin

Apalagi saat ini, sambung Darmin, berbagai industri ritel ba­ru mulai bermunculan. Dari mulai yang konvensional hingga online. Bekas Gubernur Bank Indonesia ini membantah bila tutupnya Lotus adalah karena penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, tutup­nya Lotus lebih kepada urusan bisnis, bukan karena penurunan daya beli. "Langganannya sudah sepi, makannya tutup. Pemerintah tidak mengurusi bisnis orang," ucapnya.

Sedangkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menga­takan, pihaknya akan terus me­mantau perubahan ekonomi di Indonesia dari konvensional menuju era digital. "Toko ritel yang berubah bentuk, seperti toko ritel yang secara fisik tutup, lalu berpindah ke online, atau memang yang awalnya online," ujar Sri.

Menurut Sri sektor ritel meru­pakan salah satu elemen dari per­ekonomian Indonesia. Sektor ini, kata Sri Mulyani, menjadi salah satu sektor yang terus dipantau pemerintah karena berhubungan dengan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi konsumsinya.

"Apakah mereka menghadapi tekanan atau perubahan karena adanya konsep digitalisasi ini," tutur dia. [beritaislam24h.info / rmol]
Mana Yang Koar-koar NKRI Pancasila? 800 BUMN Dijual, NKRI Negara Menuju Kebangkrutan

Mana Yang Koar-koar NKRI Pancasila? 800 BUMN Dijual, NKRI Negara Menuju Kebangkrutan

Berita Islam 24H - Wacana Presiden Joko Widodo untuk menjual atau menggabungkan sekitar 800 anak dan cucu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dianggap sebagai langkah yang tak tepat. Disisi lain, rencana penjualan BUMN menunjukkan Negara sedang mengalami krisis keuangan serius dan bisa mengarah kepada kebangkrutan perekonomian. BUMN dan asetnya adalah milik negara danrakyat. Menjual aset negara mengurangi aset negara dan memiskinkan negara. Disisi lain, menjual BUMN, seperti menswastakan pelabuhan dan bandarudara bisa mengancam kedaulatan negara.

Aktivis dari Rumah Amanat Rakyat Ferdinand Hutahaean mengemukakan, penjualan anak dan cucu BUMN tersebut, menunjukkan Negara sedang mengalami krisis keuangan yang serius dan bisa mengarah kepada kebangkrutan perekonomian karena aset negara akan dijual.

“Produk BUMN dan aset BUMN adalah milik negara, aset negara, aset rakyat. Menjual aset negara artinya akan membuat berkurang aset negara dan memiskinkan negara,” kata Ferdinand kepada Harian Terbit, Kamis (19/10/2017).

Ferdinand meminta pemerintah menjelaskan kepada rakyat secara terbuka tentang aset mana saja yang dijual dan berapa nilainya serta peruntukan dana tersebut untuk apa.

“Gencarnya pemerintah ingin menjual aset negara menunjukkan bahwa saat ini Pemerintah sudah terjerembab, terpuruk pada jalan buntu. Daya pikir tak lagi mampu mencari dan menemukan jalan alternatif mencapai tujuan,” kata Ferdinand.

Tergadai

Sementara itu, Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan rencana pemerintah akan menjual 800 BUMN maka menandakan bahwa saat ini pemerintah sudah tidak punya uang. Oleh karena itu daripada APBN bangkrut, tidak bisa menutupi bayar utang, gaji pegawai, dan tunjamgan fasilitas mewah pejabat, maka pemerintah akan lebih baik menjual apa yang bisa dijual termasuk 800 BUMN untuk dijual.

"Dengan kondisi ini maka kedepan, Indonesia bakal tergadai karena Menteri Keuangan Sri Mulyani juga terus menerus menumpuk utang, dan tidak punya kemampuan untuk mengurangi utang," ujarnya.

Uchok menegaskan, saat ini pemerintah hanya bisa meningkatkan belanja negara tanpa bisa meningkatkan pendapatan selain dari utang. Oleh karena itu suda jelas bahwa Indonesia ke depan maka kedaulatannya akan tergadai bila tidak bisa mengelola APBN dengan melakukan terebosan dengan melakukan moratorium kepada utang yang mencekik.

Terpisah, pengamat kebijakan Yusri Usman mengaku tidak setuju pemerintah menjual BUMN. Alasannya, sesuai pesan UU bahwa BUMN ditugaskan oleh negara untuk mengelola semua potensi sumber daya alam dan fasilitas publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga hasil dari pengelolaan BUMN disajikan untuk rakyat agar sejahtera.

"Tentu tidak mudah pemerintah melakukan penjualan aset BUMN tanpa alasan yang jelas. Apalagi khususnya untuk BUMN yang strategis," kata Yusri kepada Harian Terbit, Kamis (19/10/2017).

Korupsi

Soal banyaknya BUMN yang merugi, sambung Yusri, karena akibat korupsi yang sistemik, terstruktur dan masif. Oleh karena itu korupsi di BUMN kadang melibatkan oknum di legislatif dan eksekutif dan juga penegak hukum lainnya. Harusnya yang dilakukan perampingan BUMN maka pilih profesional yang mempunyai kompentensi sesuai keahliannya, termasuk integritas dengan visi-misi yang jelas dalam membangun proses bisnis yang transparan dan akuntable.

"Selain itu hindari juga intervensi kekuasaan politik terhadap Kementerian BUMN dalam mengelola BUMN," paparnya.

Sementara itu, Airlangga Hartarto selaku menteri yang mewakili Menteri BUMN bilang, pemerintah di tahun ini belum ada rencana menjual anak atau cucu BUMN. Namun akan ada empat BUMN yang melakukan IPO (Initial Public Offering). Tapi ia menyatakan pemerintah akan tetap melanjutkan proses holding BUMN.

"Sekiranya ada rencana penjualan BUMN, maka akan melalui proses privatisasi sesuai dengan Undang-Undang dan ketentuan yang berlaku," kata Airlangga.

Presiden Jokowi

Dalam acara Rakornas Kadin, di Jakarta, awal Oktober lalu, Jokowi meminta Kementerian BUMN untuk merampingkan struktur perusahaan pelat merah yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah dengan menjual atau melebur (merger) anak-anak usaha perusahaan pelat merah yang dirasa sudah terlalu banyak. Saat ini jumlah perusahaan pelat merah yang ada di Indonesia sekitar 118 BUMN dengan jumlah anak usaha BUMN yang mencapai 800 unit.

"Ya betul BUMN ada 118, tapi anak dan cucunya hampir 800. Tapi yang buat anak cucu cicit bukan saya, kan sudah ada dari dulu," kata Jokowi.

Dia pun telah memerintahkan mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) ini untuk melebur atau bahkan menjual anak-anak BUMN tersebut. Karena, anak perusahaan yang dibentuk tersebut sudah jauh melenceng dari inti (core) bisnis perseroan. "Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 dimerger. Atau kalau perlu dijual. Ngapain BUMN ngurusin catering, nyuci baju. Langsung saya tunjuk langsung. Saya terbiasa blakblakan seperti itu. Untuk apa gitu," tandasnya.

Jokowi mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 800 anak perusahaan BUMN dari total 118 perusahaan induk BUMN. Jumlah tersebut memang harus dilebur untuk menciptakan efesiensi. Terlebih kata Presiden, banyak anak perusahaan yang mengerjakan proyek di luar koridor perusahan pelat merah.

Slogan dan koar-koar NKRI harga mati, Pancasila, dll pada kemana?