Friday, 22 September 2017

TNI Nobar Film G30S PKI, Prabowo Akan Dukung dan Siap Pasang Badan!

TNI Nobar Film G30S PKI, Prabowo Akan Dukung dan Siap Pasang Badan!

Berita Islam 24H - Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto menegaskan, dirinya siap pasang badan mendukung sikap Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S PKI.

"Saya kira tadi sudah jelas sikapnya TNI, saya siap di belakang," tegas Prabowo usai menghadiri acara silaturahmi bersama keluarga besar TNI di Aula Gatot Subroto Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu memastikan seluruh purnawirawan prajurit TNI akan kompak mendukung keputusan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo tersebut. Kekompokan seluruh purnawiran prajurit TNI itu agar peristiwa kudeta kelompok komunisme tidak terulang kembali di Indonesia.

"Saya kira sikapnya sudah jelas, kita harus kompak. Purnawirawan juga dukung," pungkas Prabowo.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmatyo mengaku, sengaja ingin memutarkan kembali film G30S PKI guna mengingatkan kembali sejarah kelam kudeta kelompok komunisme kepada generasi penerus bangsa.

"Saya katakan bahwa kami punya pengalaman buruk, tiba-tiba berapa jenderal yang dihabisi, maka sistem itu bekerja di TNI sampai saat ini. Biarkan kami seperti ini, kami memancing di air keruh juga (nanti akan) muncul-muncul, kami jadi tahu dengan berbagai cara," kata Gatot.

Gatot enggan menanggapi adanya kritikan yang menganggap dirinya berpolitik jelang kontestasi Pilpres 2019 dalam pemutaran kembali film G30S PKI itu. ‎Ia berharap, pemutaran film G30S PKI dapat mengingatkan agar peristiwa kudeta serupa tidak kembali terjadi di Indonesia.

Mantan KSAD itu memaparkan alasan TNI ingin memutar kembali film G30S PKI tersebut. ‎Menurut dia, sejak rezim Orde Baru runtuh sudah tidak ada lagi pelajaran sejarah yang membahas kudeta PKI.

"S‎ejak 1998 adalah pelajaran sejarah tentang bangsa ini yang kelam yaitu G30S PKI sudah tidak ada lagi. Terus kalau tidak ada lagi (bagaimana) untuk menginformasikan? Anak tumbuh dewasa dan segala macem itu yang dia diterima akhirnya tidak sadar nanti. Dan sejarah cendrung berulang, kalau berulang kasihan bangsa ini," pungkasnya. [beritaislam24h.info / okz]
Silaturahmi Keluarga Besar TNI, Prabowo dan Jenderal Gatot Didoakan Jadi Pemimpin RI 2019

Silaturahmi Keluarga Besar TNI, Prabowo dan Jenderal Gatot Didoakan Jadi Pemimpin RI 2019

Berita Islam 24H - Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto menghadiri acara Silaturahmi Keluarga Besar TNI yang digelar di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jaktim, Jumat (22/9/2017).

Acara tersebut dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo, Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono, Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi, Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja, dan Kepala Staf Umum TNI Laksama Madya Didit Herdiawan.

Tampak pula 3 mantan panglima TNI, yaitu Laksamana (Purn) Widodo AS, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, dan Laksamana (Purn) Agus Suhartono. Dan mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.

Melalui akun media sosial facebook, Prabowo memposting foto pertemuan tersebut dimana tampak Prabowo bersama Try Sutrisno dan Gatot Nurmantyo.

"Menghadiri acara Silaturahmi Keluarga Besar TNI. Jaya selalu Tentara Nasional Indonesia karena TNI adalah Tentara rakyat, lahir dari rakyat dan harus selalu berjuang untuk rakyat," kata Prabowo dalam caption foto yang diunggah di akun facebooknya, Jum'at (22/9/2017).

Postingan Ketua Umum Partai Gerindra ini mendapat sambutan antusias dari warganet. Bahkan mereka mendoakan dan berharap Prabowo dan Gatot Nurmantyo akan menjadi pemimpin RI.

"Bapak Prabowo dan pak Gatot, semoga bisa jdi Pemimpin NKRI dimasa yg akan datang 2019..karena cm Bapak ber 2 lah yg bisa bantu menyelamatkan NKRI dr tangan² Komunis yg sudah pada bangkit," komen Donna Qytto.

"Pas bgt kl mislny 2019 bapak brdamping dengan pak Gatot......insya allah menang telak pak," ujar Andrian Saputra.

"Tggu 2019 moga skenario Allah mengantarkan republik jadi bangsa bermatabat dan membawa kesejahteraan umatnya dan negara akan menjadi negara jaya dan makmur," timpal Yose Rizal.

"Segera selamatkan NKRI pak, jangan sampe benalu2 bangsa semakin menguasai bangsa ini. rakyat sudah muak dengan janji2 palsu. bangsa yg sudah sekian lama merdeka tpi nyatanya rakyat masih bnyk yg terlantar. kita negara kaya tpi kbtuhan perut ja msh pda ribut. Kalu bukan kita (rakyat+Tni) siapa lgi yg menyelamatkan Bangsa ini.." ujar Uki Marzuki. [beritaislam24h.info / pii]
Panglima TNI: Biarkan Kami Memancing di Air Keruh, Nanti Juga Akan Muncul, Kami Jadi Tahu!

Panglima TNI: Biarkan Kami Memancing di Air Keruh, Nanti Juga Akan Muncul, Kami Jadi Tahu!

Berita Islam 24H - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo mengaku, sengaja ingin memutarkan kembali film G30S PKI. Ia mengatakan, keinginan TNI memutarkan kembali film sejarah kelam kudeta kelompok komunisme itu ‎hanya ingin mengingatkan para generasi penerus bangsa.

"Saya katakan bahwa kami punya pengalaman buruk, tiba-tiba berapa jenderal yang dihabisi, maka sistem itu bekerja di TNI sampai saat ini. Biarkan kami seperti ini, kami memancing di air keruh juga (nanti akan) muncul-muncul, kami jadi tahu dengan berbagai cara," kata Gatot usai menggelar acara silaturahmi bersama keluarga besar TNI di Aula Gatot Subroto Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Gatot enggan menanggapi adanya kritikan yang menganggap dirinya berpolitik jelang kontestasi Pilpres 2019 dalam pemutaran kembali film G30S PKI itu. ‎Ia berharap, pemutaran film G30S PKI dapat mengingatkan agar kejadian kudeta komunisme serupa tidak kembali terjadi di Indonesia.

"Saya mengajak mengingatkan agar tidak terulang kembali. Wong otaknya beda-beda kok. Ya enggak ada masalah. Saya tidak akan pernah menanggapi itu yang penting saya kerjakan," terangnya.

Mantan KSAD itu memaparkan alasan TNI ingin memutar kembali film G30S PKI tersebut. ‎Menurut dia, sejak rezim Orde Baru runtuh sudah tidak ada lagi pelajaran sejarah yang membahas kudeta PKI yang sengaja membunuh tujuh jenderal di angkatan darat TNI. Sebab itu, pemutaran film G30S PKI dilakukan agar sejarah kelam tidak kembali terulang.

"Saya adalah yang menyetel itu. Sejak 1998 adalah pelajaran sejarah tentang bangsa ini yang kelam yaitu G30S PKI sudah tidak ada lagi. Terus kalau tidak ada lagi (bagaimana) untuk menginformasikan? Anak tumbuh dewasa dan segala macam itu yang dia diterima akhirnya tidak sadar nanti. Dan sejarah cenderung berulang, kalau berulang kasihan bangsa ini," pungkasnya. [beritaislam24h.info / okz]
Terlibat Sejumlah Kasus Korupsi, Suara Golkar Diprediksi akan Merosot

Terlibat Sejumlah Kasus Korupsi, Suara Golkar Diprediksi akan Merosot

Berita Islam 24H - Elektabilitas Partai Golkar diprediksi turun drastis, seiring dengan berbagai kasus korupsi yang terjadi pada kadernya. Hingga September 2017, sebanyak tujuh kader Golkar dari pusat hingga daerah, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam berbagai peristiwa operasi tangkap tangan (OTT), dan kasus lainnya.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar, Prabasa Ananta Toer menanggapi singkat.

“Untuk partai yang kuat, Partai Golkar sudah pengalaman (ujian tersebut),” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (19/9) lalu.

Bagi anggota legislatif Kalbar ini, terhadap kader Golkar yang bermasalah dengan hukum, partainya menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwenang. Namun, dalam proses hukum, tentu saja partai akan terus mengawal.

“Kader Golkar yang bermasalah, diselesaikan sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Dan apabila diperlukan, disiapkan bantuan hukum dari partai dalam menangani kader yang bersangkutan,” katanya.

Ia menegaskan, menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, Golkar Kalbar seolah tak ingin larut dengan masalah tersebut. Golkar berupaya menguatkan basis partai, dan melakukan berbagai persiapan jelang pesta demokrasi daerah dan pusat.

“Tetap menjalankan konsolidasi partai sampai di tingkat desa. Dan ini terus berjalan sampai saat sekarang. Sambil menyosialisasikan calon gubernur, bupati dan walikota,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar, Akbar Tanjung khawatir status tersangka yang disandang Setnov, bisa membuat Golkar tak bisa meraih kursi DPR pada Pemilu Legislatif 2019.

Elektabilitas partai berlogo beringin itu pada Mei lalu melorot di angka 7,1 persen atau separuh dari hasil Pemilu 2014 sebesar 14,1 persen.

“Yang paling saya takutkan adalah penurunannya sampai pada level yang di bawah parliamentary threshold 4 persen. Kalau di bawah itu artinya Golkar tidak punya wakil dan Golkar itu tidak ada,” kata Akbar.

Kekhawatiran politikus senior itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, hal yang sama pernah menerpa Partai Demokrat. Ketika itu, setahun menjelang hajatan Pemilu 2014, satu per satu kader partai besutan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi tersangka KPK.

Internal Gundah

Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Almanzo Bonara menilai kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menimpa Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto atau Setnov membuat tren elektabilitas partainya merosot.

“Kita berkaca pada pengalaman partai politik di Pemilu 2014, mengalami tren perubahan akibat korupsi. Demokrat sebagai partai pemenang di 2009, langsung turun ke nomor empat karena banyak kadernya terjerat korupsi,” ujar Almanzo.

Hasil survei CSIS terakhir pada menunjukkan elektabilitas Partai Golkar merosot signifikan, dari 14,1 persen di 2016 menjadi 10,9 persen sehingga posisinya disalip Partai Gerindra.

Almanzo menambahkan Setnov yang juga Ketua DPR itu, menggunakan alasan kesehatan hanya untuk mangkir dari kasus yang menjeratnya.

Menurutnya, ‘drama’ yang dilakukan Setnov ini membuat proses penyidikan di KPK terhambat. Situasi ini juga menghambat proses konsolidasi internal di Partai Golkar guna meningkatkan elektabilitasnya kembali.

“Saya berharap KPK bisa bertindak lebih cermat memastikan kondisi kesehatan beliau, sehingga dapat mengambil langkah, agar proses hukum sebagai tersangka e-KTP dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham tak membantah elektabilitas Partai Golkar menurun drastis, karena terpaan korupsi yang menjerat ketua umumnya.

Ia menjelaskan, partainya sedang melakukan kajian internal untuk merespon turunnya elektabilitas ini.

“Ya nanti ada kajian. Kita akan lihat. Kita harus memperhatikan semuanya, kita tampung pemikiran-pemikiran kader. Kita coba bagaimana mengatasi masalahnya,” ujar Idrus.

Tidak Signifikan

Sementara, Hasan Basri, praktisi politik dari Kalbar menyatakan, dengan ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK.

“Tentu hal tersebut akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Golkar, termasuk di Kalbar. Terlebih lagi ditangkapnya Ketua DPD Partai Golkar Singkawang, Andi Syarif oleh kejaksaan setempat, dan sejumlah kader yang berperkara korupsi,” ujarnya.

Namun begitu, jika dikaitkan dengan Pilkada yang akan dilaksanakan di Kalbar pada 2018, kasus yang mendera para elite Partai Golkar, pengaruhnya tidak terlalu signifikan. Hal ini karena masyarakat sebagai pemilih sudah cerdas dalam memilah dan memilih.

Dalam konteks Pilkada, pilihan masyarakat bukan karena faktor partai A ataupun partai B. Akan tetapi, karena faktor siapa yang menjadi kandidat. Elektabilitas partai akan terlihat menurun jika konteksnya adalah pemilihan umum legislatif yang akan dilaksakanan pada 2019.

“Namun seberapa besar perubahannya, tergantung daerah. Karena dalam pemilihan legislatif. Selain pengaruh partai, figur Caleg juga akan mampu mempengaruhi suara partai,” ujarnya.

Perkiraan akan merosotnya suara Partai Golkar di Pemilu 2019 nanti, kemungkinan besar akan terjadi. Sebagaimana yang dialami oleh beberapa parpol nasional.

Ada dua parpol yang suaranya merosot drastis pada 2014 jika dibandingkan tahun 2009. Suara kedua parpol ini merosot secara nasional, karena para elitenya banyak tersandung kasus korupsi.

“Untuk menjaga agar elektabilitas partai tidak merosot drastis, baik secara nasional maupun daerah, maka harus ada perubahan signifikan yang dilakukan oleh para elit Golkar,” ujarnya.

Salah satunya dengan melakukan Munaslub untuk mencari pengganti Setya Novanto, walaupun saat ini baru ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk konteks Kalbar sendiri, ia menilai saat ini elektabilitas Partai Golkar masih stabil. Walaupun ada beberapa kasus yang menjerat tokoh Golkar lokal, namun belum ada pengaruh signifikan terhadap elektabilitas partai.

“Partai Golkar sebagai partai tua dan sudah memiliki banyak kader, tidak tergantung kepada ketokohan satu orang,” ujarnya. [beritaislam24h.info / smc]
Wasekjen Golkar Beberkan Kejanggalan SK yang Dukung Ridwan Kamil

Wasekjen Golkar Beberkan Kejanggalan SK yang Dukung Ridwan Kamil

Berita Islam 24H - Beredarnya surat dukungan Golkar untuk Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur Bandung disangsikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Ace Hasan Syadzily.

Bahkan dia menduga ada pihak yang memanfaatkan surat pengesahan Wali kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon kepala Daerah Provinsi Jawa Barat.

“Ada banyak kejanggalan dalam surat tersebut,” kata Ace di Gedung DPR, Jumat (22/9).

Ace mencontohkan, surat keputusan itu tidak mungkin ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto karena sedang dirawat di Rumah Sakit karena vertigo serta gangguan pada jantung dan ginjalnya.

“Kedua, surat tersebut tidak tertulis nomor dan tanggal disetujui. Ketiga, di bagian tandatangan Ketua Umum Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham juga tidak diberikan stempel. Untuk itu, Ace menegaskan surat itu bukan resmi dari DPP Partai Golkar,” tegasnya. [beritaislam24h.info / smc]
Fahri: Silakan Buat Versi Lain Film G30S/PKI, Jangan Berkoar Tanpa Data

Fahri: Silakan Buat Versi Lain Film G30S/PKI, Jangan Berkoar Tanpa Data

Berita Islam 24H - Keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Nazi di Jerman telah dilarang di negara masing-masing.

Karena itu, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai penolakan terhadap ajakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI sebagai suatu kekeliruan.

Indonesia, kata dia, harus mencontoh jerman yang sampai hari ini tetap melakukan kampanye larangan Nazi.

"Di Jerman itu sampai hari ini kampanyenya masih jalan. Saya pernah diundang oleh yayasan di Jerman salah satunya disuruh datang camp-camp konsentrasi ke Buckden Wall," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jumat (22/9).

Ia menilai pemerintah Indonesia kurang mengenalkan situs-situs sejarah dari keberadaan komunis. Bahkan ketika ada rencana pemutaran film G30S/PKI sudah ribut duluan karena berbeda versi.

Fahri berpandangan, pembuatan dan pemutaran film tentang sejarah bangsa itu perlu.

"Kalau ada yang punya versi lain dari sejarah itu silakan, jangan berkoar-koar tanpa data," tukasnya. [beritaislam24h.info / rmol]
Jokowi Ingin Ada Film G30S/PKI Versi Baru, Panglima TNI: Itu Harus Diriset Mendalam

Jokowi Ingin Ada Film G30S/PKI Versi Baru, Panglima TNI: Itu Harus Diriset Mendalam

Berita Islam 24H - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar dibuat film G30S PKI versi baru yang kekinian agar mudah diterima oleh generasi milenial. Lalu apa respons TNI?

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mendukung apapun keputusan pemerintah. Namun, ia memintai jika film G30S PKI dibuat versi terbaru harus dengan riset yang mendalam berdasarkan fakta dan kejadian sebenarnya.

"Kalau sudah namanya dibuat pemerintah kami akan ikutin, dan kami yakin pemerintah membuat film seperti itu juga tidak mungkin dalam waktu sebulan dua bulan. Kalau sebulan dua bulan itu berarti bohong-bohongan itu," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Gatot menegaskan, film kudeta Partai Komunis Indonesia (PKI) yang akan dibuat versi baru oleh pemerintah itu tidak akan mampu mengubah agama dan ideologi Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"‎Karena itu harus didiskusikan dan diriset yang mendalam. Begitu ya. Tapi saya ingatkan bahwa apapun yang akan dibuat, agama dan ideologi itu tidak akan diubah. Sudah begitu saja!," tegasnya.

Perwira Angkatan Daratt lulusan Akmil 1982 itu enggan menanggapi adanya pihak-pihak yang menyatakan bahwa Panglima TNI‎ Jendral Gatot Nurmantyo telah berpolitik dengan memplopori pemutaran G30S PKI kembali. Gatot menganggap wajar adanya kritikan tersebut asal dengan tidak menyebarkan berita bohong.

"‎Saya bilang tadi orang kawin juga bisa dipolitiki, ya wajar-wajar saja orang curiga, wajar dan sekarang orang berkomentar apa saja wajar yang penting jangan menyebarkan berita bohong. Kan gitu," tuturnya. [beritaislam24h.info / okz]
Duterte Perintahkan Anaknya Dibunuh Jika Terlibat Narkoba

Duterte Perintahkan Anaknya Dibunuh Jika Terlibat Narkoba

Berita Islam 24H - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan akan menginstruksikan polisi menembak mati anaknya jika terbukti terlibat dalam perdagangan obat-obat terlarang.

"Perintah saya adalah, jika anak saya terlibat narkoba, bunuh mereka, jadi tidak ada seorang pun yang bisa menentang saya," kata Duterte dalam sebuah pidato, seperti dikutip Asian Correspondent, Jumat, 22 September 2017.

Perintah Duterte tersebut muncul setelah anaknya yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Davao City, Paolo Duterte, diduga memiliki hubungan dengan para tersangka asal China yang tertangkap dalam jaringan narkoba baru-baru ini.

Seorang politisi oposisi, Senator Antonio Trillanes menuduh putra tertua Duterte itu adalah anggota triad narkoba dari China. Namun, Duterte menanggapi tuduhan tersebut, dengan meyakinkan bahwa anaknya tidak akan terhindar dari perang terhadap narkoba. Sejauh ini, perang narkoba telah merenggut nyawa ribuan orang.

Sebelumnya diwartakan, anak kandung Presiden Filipina Rodrigo Duterte dituduh terlibat dalam pengiriman narkotika senilai US$ 125 juta dari China.

Dalam sidang Senat, Senator Antonio Trillanes yang selama ini menjadi kritikus Duterte, menampilkan foto di mana Paolo Duterte sedang berfoto bersama seorang pengusaha yang berada di balik pengiriman obat-obatan terlarang.

Trillanes pertama kali menunjukkan dua foto Paolo bersama Kenneth Dong, seorang 'perantara' yang memfasilitasi pengiriman methamphetamine pada bulan Mei. Dong juga telah memverifikasi bahwa itu adalah foto dirinya dan Paolo. Sementara di foto lain terlihat Dong berpose dengan saudara Paolo, Sebastian.

Trillanes mengatakan foto tersebut membuktikan bahwa Dong adalah 'teman keluarga' Duterte. Dia juga mempresentasikan foto sebagai bukti bahwa putra sulung presiden tersebut terlibat dalam korupsi.

Dia mengaku memiliki informasi intelijen dari negara asing bahwa Paolo adalah anggota sindikat kriminal, dengan bukti sebuah tato naga dengan angka-angka rahasia di punggungnya. Ketika ditanya tentang tato tersebut, Paolo Duterte mengaku memilikinya, namun menolak untuk menunjukkan dengan alasan privasi. [beritaislam24h.info / vv]
Prabowo: Kita Harus Kompak dengan Panglima TNI dan Purnawirawan

Prabowo: Kita Harus Kompak dengan Panglima TNI dan Purnawirawan

Berita Islam 24H - Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo subianto sepakat dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait pemutaran film Gerakan 30 September 1965. Ia menekankan dalam persoalan ini harus ada kekompakan.

"Kita harus kompak dengan Panglima TNI dan dengan purnawirawan," kata Prabowo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 22 September 2017. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu tak mempermasalahkan dengan versi baru film penghianatan G30S-PKI tersebut.

"Ya, saya kira semuanya harus dicari kebaikan bagi negara dan bangsa," tuturnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah memerintahkan jajarannya untuk memutar film Gerakan 30 September PKI yang kini sedang menjadi kontroversial.

Menurut Gatot, pemutaran film itu untuk memberikan pengetahuan terkait sejarah bangsa. Selain itu, pemutaran film PKI untuk mengingatkan kepada seluruh anak bangsa dan generasi muda, jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali.

"Saya tidak berpolemik dan hanya meneruskan sejarah yang terjadi saat itu kepada generasi muda saat itu. Kalau menurut sejarah tidak boleh, mau jadi apa bangsa ini," kata Gatot, beberapa waktu lalu. [beritaislam24h.info / vv]
FMM Tolak Pemberian Gelar Doktor Kehormatan untuk Megawati

FMM Tolak Pemberian Gelar Doktor Kehormatan untuk Megawati

Berita Islam 24H - Forum Masyarakat Minangkabau (FMM), Sumatera Barat, menolak rencana Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan gelar Doktor Honoris Causa atau doktor kehormatan kepada Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri yang rencananya digelar pada Rabu (27/9) pekan depan.

“Kami menolak pemberian gelar itu karena dalam aturan Permendikbud 21 tahun 2013 dalam pasal 4 huruf a dan b mengatakan penerima gelar kehormatan Honoris Causa harus memiliki gelar akademik paling rendah strata 1, sedangkan Megawati belum meraih gelar tersebut," kata Ketua FMM Irfianda Abidin saat mendatangi kantor DPRD Sumbar di Padang, Jumat (22/9).

Menurut dia, hal ini tentu bertentangan dengan aturan tersebut, selain itu alasan UNP yang menyebutkan Megawati memiliki andil dalam bidang pendidikan berupa mengeluarkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional itu tidak tepat. Karena yang memiliki andil dalam pembuatan Undang-undang adalah DPR RI dan Kementerian Pendidikan.

Kemudian alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN merupakan amanat Undang-Undang 1945 dalam pasal 31 yang kembali diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 20/2003 tersebut. Jadi itu bukanlah merupakan jasa seorang presiden di saat itu. Ia mengatakan pihak FMM akan membicarakan hal ini dengan pimpinan DPRD Sumbar dan mendatangi Rektor UNP untuk mempertanyakan pemberian gelar kehormatan tersebut.

"Apabila mereka tetap memberikan gelar itu pada Rabu (27/9) 2017, maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa dan menutup segala akses jalan masuk ke Kota Padang," kata Irfianda menegaskan.

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menegaskan pemberian gelar Doktor Honoris Causa itu merupakan persoalan akademis. Ini tidak berkaitan sedikitpun dengan persoalan politik.

"Saya rasa hal ini yang tidak dipahami oleh sebagian kalangan karena kami memberikan gelar itu karena peran Megawati yang berjasa dalam bidang pendidikan," kata dia.

Terkait regulasi Permendikbud Nomor 21 tahun 2013 yang mensyaratkan penerima gelar Honoris Causa harus memiliki gelar strata 1 sudah tidak berlaku lagi. "Permen itu telah diganti dengan aturan baru yakni Peraturan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2016 tentang Gelar Doktor Kehormatan, sehingga pemberian gelar ini telah sesuai dengan regulasi yang ada," kata dia. [beritaislam24h.info / rci]
tvOne Akan Tayangkan Film G30S/PKI, Ini Alasannya

tvOne Akan Tayangkan Film G30S/PKI, Ini Alasannya

Berita Islam 24H - Stasiun televisi swasta nasional tvOne dikabarkan akan menayangkan film Pengkhianatan G30S/PKI pada September 2017. "Betul, kami akan tayangkan," ujarnya Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat, 22 September 2017.

Menurut Karni, tvOne akan menayangkan film tersebut lantaran film itu memuat sejarah yang sangat besar, seperti presiden berganti, pahlawan revolusi yang tertembak. Selain itu, lanjut Karni, film tersebut untuk pembelajaran bagi generasi muda tentang apa yang terjadi pada tahun 1965, di mana anak-anak sekarang banyak yang belum lahir.

Tak hanya itu. Karni mengemukakan, tvOne berencana menayangkan film tersebut lantaran isu mengenai film tersebut tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. "Bagaimanapun itu isu yang sangat ramai sekarang ini, kami mana yang lagi hot saja," ujarnya.

Rencana penayangan film ini, menurut Karni, telah mendapat lampu hijau dari sejumlah kalangan. "Presiden, panglima, semua tidak ada yang keberatan untuk ditayangkan," kata Karni. Namun, Karni belum dapat memastikan waktu tayang film itu di tvOne."Belum diputuskan apa tanggal 30, 29 atau sebelumnya," ujarnya.

Seperti diketahui, pemutaran kembali film G30S/PKI tengah menarik perhatian publik. Kontroversi pun muncul soal itu. Ada yang pro, ada juga yang kontra.

Sebelumnya, film yang disutradarai Arifin C. Noer itu ditayangkan di stasiun televisi TVRI setiap tahun saban 30 September. Namun, sejak 1998 ketika era reformasi bergulir, film berdurasi sekitar empat jam tersebut tak lagi ditayangkan. Menurut Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah beralasan, pemutaran film yang bernuansa pengkultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, Janur Kuning, Serangan Fajar tidak sesuai lagi dengan dinamika reformasi saat itu. [beritaislam24h.info / vv]
Pimpinan Majelis Rasulullah: Jenderal Gatot Panglima TNI yang Ramah dan Rendah Hati, Berkah yaa Rabb..

Pimpinan Majelis Rasulullah: Jenderal Gatot Panglima TNI yang Ramah dan Rendah Hati, Berkah yaa Rabb..

Berita Islam 24H - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo didoakan berlimpah keberkahan oleh Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Nabil Almusawa‏ usai Jum'atan tadi (22/9/2017).

Habib Nabil Almusawwa diundang Panglima TNI Jenderal Gatot untuk mengisi khutbah Jum'at di Mabes TNI Cilangkap.

Usai shalat Jum'at mereka berdua bercengkerama di teras masjid.

Habib Nabil menyebut Jenderal Gatot adalah panglima yang ramah dan rendah hati.

Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Majelis Rasulullah ini melalui akun media sosial Twitter dengan memposting foto mereka berdua.

"Bercengkrama dg sahabat sy bpk Panglima TNI yg ramah & rendah hati.. Selepas mengisi khutbah Jumat di Mabes TNI Cilangkap.. Berkah yaa RABB," ujar Habib Nabil Almusawwa.

Postingan Habib Nabil ini mendapat sambutan dari netizen.

"Barakallahu fikum ya habibana, ulama dan umara bersatu negara kuat," ujar akun @eko_ekoari.

"الحمدلله ويارب العلمين... Inilah yg selalu di harapkan, semoga keharmonisan ini terus abadi di negara Indonesia ini.. آمين" kata @achmad2770.

"Gaya senyum khas jendral Gatot ya Begini aku suka Jenderal... Allahu Akbar," komen @johnhendri2016.

"Salam hormat untuk beliau ya Habib.. Kami sayang beliau, semoga tetap selalu ramah & rendah hati..😊" ujar @wahyu75.


Kerap Melanggar HAM, Israel Resmi Masuk Daftar Hitam PBB

Kerap Melanggar HAM, Israel Resmi Masuk Daftar Hitam PBB

Berita Islam 24H - Dewan HAM PBB baru-baru ini telah memasukan Israel ke dalam “daftar hitam” negara-negara pelanggar HAM. Menurut laporan PIC, Israel termasuk dari 24 negara di dunia yang kerap melakukan tindakan pelanggaran terhadap aktivis kemanusiaan.

Sebelumnya, pada Rabu (20/9/2017), Dewan HAM PBB telah menerbitkan daftar hitam yang berisi 29 negara yang melakukan pelanggaran terhadap aktivis HAM yang bekerjasama dengan PBB.

Menanggapi hal ini, Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Andro Gilmour menyatakan keprihatinannya terhadap para korban kejahatan HAM.

Dewan HAM PBB juga amat meresahkan kasus-kasus yang dialami oleh beberapa aktivis HAM yang bekerjasama dengan pihak PBB. Entah itu aktivis yang menjadi korban penculikan, penangkapan dan penahanan tanpa bisa melakukan komunikasi dengan dunia luar atau menghilang.

Dalam presentasi laporannya, Gilmour memperlihatkan laporan tersebut kepada Dewan HAM PBB yang terdiri dari 9 negara anggota PBB dari 47 negara. [beritaislam24h.info / ipc]
Gus Nur: Cara Gebuk PKI, Bersatulah Umat Islam!

Gus Nur: Cara Gebuk PKI, Bersatulah Umat Islam!

Berita Islam 24H - Beranjak dari Masjid Agung Karanganyar, Gus Nur tiba Masjid Baitul Amin, Ngruki, Sukoharjo pada Kamis (21/09) malam. Kunjungan pimpinan Ponpes Tanfidz dan Majelis Dzikir Karamah 13 Palu Sulawesi Tengah itu sebagai bagian dari acara Road Show “Ngaji Bareng Gus Nur” di Jogja dan Solo.

Acara ini diadakan untuk membangun kesadaran umat akan bahaya bangkitnya PKI. Selain menghadirkan Gus Nur sebagai pembicara inti, juga dihadirkan KH. Muhammad Amir, sesepuh Ponpes Al-Mukmin Ngruki untuk memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Kyai Amir menuturkan pengalamannya ketika namanya masuk dalam daftar orang yang akan dibunuh PKI. Hingga akhirnya, ia mengatakan dirinya akhirnya selamat dan semua tokoh PKI sekitar Solo dieksekusi oleh para tentara.

Setelah itu, tepat pukul 8 malam, Gus Nur sebagai pembicara utama mulai angkat suara. Pada perrmulaan, ia bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga mencapai detik ini dan pengalamannya membangun pondok pesantren dengan sederet halangan serta hambatan di dalamnya.

Memasuki pembahasan inti, Gus Nur menyatakan diri sebagai orang yang berkata apa adanya. Dia mengaku akan secara spontan bergerak jika melihat sesuatu yang ganjil. Pria asli Jogja ini juga menegaskan bahwa dirinya melakukan semua itu atas kehendak sendiri dan tidak ada orang yang bermain di belakangnya.

“Aku iki rek, uwonge opo eneke, aku iki ora iso dibayar sopo wae (Saya ini orangya apa adanya. Saya tidak bisa dibayar siapapun),” ungkapnya dengan nada serius tetapi disambut gelak tawa para jamaah.

Di tengah penyampaian, para jamaah terlihat terus berdatangan. Ribuan jamaah memadati halaman masjid Baitul Amin hingga meluap ke sepanjang jalan. Di dalam masjid dan samping masjid menjadi tempat khusus diperuntukkan bagi jamaah wanita.

Gus Nur kemudian menyinggung masalah-masalah yang terjadi selama ini di Indonesia. Ia mengatakan bahwa jika dirinya mengkritik seseorang bukan berarti ia membenci orang tersebut. Justru hal itu sebagai tanda kasih sayang untuk mengingatkan hal yang dirasa kurang benar.

“Aku iki rek kalo ngritik seseorang kayak Pak Jokowi, Pak Tito itu bukan berarti membenci, justru aku ki menyayangi mereka dengan memberitahu jika itu kurang bener,” jelasnya di hadapan para jamaah.

Dalam acara ini, Gus Nur menyatakan bahwa PKI masih ada dan siap untuk bangkit. Maka, ia mengimbau agar umat Islam terus waspada dan menguatkan iman. Dia juga menyayangkan kebijakan pemerintah selama ini yang lebih banyak merugikan umat Islam.

Setelah berbicara selama 90 menit, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Dalam sesi ini Gus Nur menjawab 5 pertanyaan yang dilontarkan. Sisi yang menarik adalah saat Gus Nur memberikan statement yang tegas bahwa umat Islam harus terus maju dan bersatu melawan kedzaliman, segala bentuk risiko perjuangan harus dihadapi.

Dia mencontohkan Imam Ahmad bin Hanbal yang rela dipenjara karena mempertahankan keyakinannya bahwa Al-Qur’an itu kalamullah, bukan makhluk Allah. Selanjutnya, pesan terakhir yang disampaikan Gus Nur adalah jika umat Islam ingin menang lawan PKI maka bersatu adalah solusinya.

“Ayo rek mana Kokam, mana FPI, mana Banser, mana yang lainnya? Cara gebuk PKI cuma satu, yaitu Bersatulah Umat Islam!!! Allahu Akbarrr!!!,” pekik Gus Nur yang disambut para jamaah.

Selain bertajuk Aksi Bela Islam Gebuk PKI, acara road show kedua ini juga bertujuan mengumpulkan donasi untuk solidaritas Rohingya. Untuk diketahui, acara sebelumnya di Masjid Agung Karanganyar terkumpul dana sebesar 90 juta rupiah.

Hari ini, 22 September 2017 bakda Shalat Jum’at, Gus Nur akan juga akan mengikuti aksi damai long march dari Kota Barat sampai Gladak, Solo. Acara ini diselenggarakan DSKS dan ormas Islam se-Solo Raya dengan tajuk acara solidaritas untuk muslim Rohingya.⁠⁠⁠⁠ [beritaislam24h.info / kn]
DR. Nuriyati Samatan: Bumi Indonesia terlalu suci untuk dikotori oleh Komunis!

DR. Nuriyati Samatan: Bumi Indonesia terlalu suci untuk dikotori oleh Komunis!

Berita Islam 24H - Cerita memilukan kekejaman PKI disampaikan DR. Nuriyati Samatan, dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma.

Melalui akun facebooknya, ibu DR. Nuriyati Samatan menuturkan:

Bulan September 1965, 52 tahun yang lalu. Mungkin banyak di antara kita yang belum lahir, saat sejarah paling kelam di negeri ini terjadi. Gerakan 30 September PKI.

Banyak yang punya cerita, dan kami dalam keluarga punya cerita.

Tersebutlah, paman saya, kakak dari ibu saya, saat itu lagi jadi "nyong-nyong" yang "hebat" di masanya. Ia belajar menjadi saudagar saat masih muda; menjadi tumpuan harapan orangtuanya (kakek dan nenek saya), dan juga kebanggaan adik-adiknya. Saat itu, ia telah memiliki "calon isteri" yang sudah dikenalkan kepada keluarga, dan siap menikah.

Tersebutlah, dengan sejuta harapan, dari orangtua, adik-adik, calon isteri, ia kemudian berlayar, menuju Surabaya, untuk berniaga. Dengan kapal layar yang kami sebut "lambut", paman saya, dan beberapa kerabat, mengarungi lautan, dengan kapal layar tanpa motor. Paman saya berangkat diiringi doa, harapan, dan bunga-bunga cinta, karena saat ia kembali, ia juga akan menikahi sang jantung hatinya.

Beberapa waktu tanpa komunikasi...

Dua atau tiga bulan kemudian, kapal layar yang mereka tumpangi, kembali.

Namun, apa mau dikata, paman saya tak kembali lagi :(

Hanya ada koper dan sedikit hasil penjualan hasil bumi, yang diserahkan kepada kakek dan nenek saya.

Saudara kakek saya dan awak kapal yang lain kemudian bercerita:

Saat kejadian itu, paman saya yang tidak tahu apa-apa, sedang berada di Gresik, mengunjungi orang tua angkatnya. Tiba-tiba sekelompok orang menyerang, membabi buta, dan membunuh semua orang yang ditemui di rumah itu, tak terkecuali paman saya.

Dan... paman saya yang tak tahu apa-apa, berkalang tanah seketika :(. Tak ada proses hukum, tak ada yang mengaku bertanggungjawab, dan yang paling menyedihkan, tak diketemukan "jasad"nya lagi.

Dalam kesedihan, kakek dan nenek saya nekad, mereka harus ke Gresik, mencari jasad anak kesayangan mereka. Namun . . . semua sia-sia. Tak ada jasad, tak ada proses hukum, dan paman saya tak pernah kembali. Tidak pernah lagi menemui orangtua dan adik-adik serta kerabatnya, tidak pernah lagi dapat menunaikan janjinya, menikah dengan perempuan yang telah terikat janji dengannya :(.

Saya hanya ingin bercerita, untuk mengenang kepergian paman saya, untuk sebuah kesalahan yang tak pernah ia lakukan :(.

Saya hanya ingin bercerita, agar kita semua mengingat, dan belajar, betapa Bangsa ini telah pernah mengalami sejarah sosial yang paling kelam. Pertumpahan darah antar sesama anak negeri.

Agar jadi pelajaran untuk kita semua, bahwa PKI, apa pun wujudnya saat ini, tak boleh hidup dan dibiarkan hidup di negeri yang telah dimerdekakan oleh para Syuhada, oleh para Ulama.

Bumi Indonesia terlalu suci untuk dikotori oleh Komunis!

*Sumber: fb [beritaislam24h.info / pi]
Try Sutrisno: Saya Bangga Film G30S/PKI

Try Sutrisno: Saya Bangga Film G30S/PKI

Berita Islam 24H - Mantan Wakil Presiden ke-6 Indonesia, Try Sutrisno mengatakan dirinya mendukung rencana nonton bareng G30S/PKI oleh tentara agar mengetahui sejarah Indonesia sebenarnya.

"Ada pemutaran film G30S/PKI lagi, Saya bangga. Saya mendukung itu Pak Panglima," ujar Try saat berbicara di acara Silaturahim Panglima TNI dengan Para Purnawirawan TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat pagi (22/9).

Try Sutrisno mengatakan film G30S/PKI penting diputar kembali untuk kalangan prajurit TNI dan masyarakat, agar mengetahui sikap Partai Komunis Indonesia (PKI) sebenarnya.

Dia mengatakan PKI adalah pengkhianat karena ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi komunisme yang mengganggu kedaulatan Indonesia.

"Biar para prajurit TNI tahu itu keadaannya, bagaimana tingkah PKI sebagai pengkhianat bangsa, masa Pancasila mau diubah, itu kejadian sebenarnya," ujar Try.

Try juga mengatakan bahwa film G30S/PKI mengandung fakta yang akurat. Ia mencontohkan adegan dalam film tersebut bagaimana PKI melalui organisasi Gerakan Wanita PKI (Gerwani) menyiksa para pahlawan revolusi di Lubang Buaya.

"Para Pahlawan Revolusi itu disiksa Gerwani, itu fakta, saya setuju agar film itu diputar lagi," tambah Try.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstruksikan pemutaran film G30S/PKI kembali di tengah masyarakat. Namun, hal itu dikritik karena film tersebut mengandung informasi yang tak benar. Presiden Jokowi juga mengusulkan pembuatan film soal 1965 itu yang dikemas untuk generasi milenial. [beritaislam24h.info / cnn]
Panglima TNI Tanggapi Tudingan PDIP Soal Berpolitik Lewat Nobar G30S/PKI

Panglima TNI Tanggapi Tudingan PDIP Soal Berpolitik Lewat Nobar G30S/PKI

Berita Islam 24H - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menanggapi tudingan berpolitik dari Partai Demokrasi Indinesia Peradilan (PDIP) lewat nonton bareng film G30S/PKI.

“Kalau politik apa saja dipolitisasi, kamu-kamu saja bisa dipolitisasi. Jadi biarin aja,” kata Jenderal Gatot dilansir Detik.com, Jumat (22/9/2017).

“Saya bilang orang kawin bisa politik, apalagi nonton film gitu. Ya wajar-wajar saja, orang curiga wajar, orang punya persepsi wajar, sekarang kometar apapun wajar,” imbuhnya.

Sebelumnya, politikus PDIP Effendi Simbolon mengatakan instruksi Gatot menimbulkan reaksi dari beberapa partai politik. Karena intruksi tersebut, beberapa parpol seperti PKS dan PAN, jadi ikut-ikutan menggelar nobar film G30S/PKI.

“Sebagai orang politik, (saya kira) adalah ya (muatan politis). Kalau mau nonton, ya nonton aja. Prajurit siap ya, kalau sudah dibuat instruksi ya,” demikian Effendi seperti dilansir Detik.com, Rabu (20/9/2017). [beritaislam24h.info / ipc]
Utang Negara Hampir Rp4.000 T, Eks Relawan: Ini Mengkhawatirkan Jika Terus Dijadikan Andalan Pemerintah

Utang Negara Hampir Rp4.000 T, Eks Relawan: Ini Mengkhawatirkan Jika Terus Dijadikan Andalan Pemerintah

Berita Islam 24H - Mantan Relawan Jokowi pada Pilpres 2014 Ferdhinand Hutahaean menyebut sangat tidak lazim jika utang dijadikan instrumen andalan penyusunan anggaran dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Yang namanya utang maupun pinjaman sesungguhnya lumrah dilakukan. Namun menjadi tidak lumrah ketika utang dan pinjaman menjadi andalan untuk membiayai pemerintahan dan membiayai negara,” kata Ferdhinand saat dihubungi aktual.com, di Jakarta, Jumat (22/9).

Ia menegaskan bahwa utang dan pinjaman menjadi sangat wajar, sepanjang dalam membayar masih dalam tataran mampu dan aman.

“Nah, dari kebijakan utang yang dilakukan presiden justru mulai mengkhawatirkan. Apakah kemudian pemerintahan ini dapat membayar utang yang bersumber dari pendapatab negara? Ini yang sesungguhnya menjadi bahaya karena saat ini kemampuan pemerintah membayar utang sangat mengkhawatirkan. Ini terlihat dari rendahnya pendapatan negara dari sumber utama yakni pajak,” papar dia.

“Dalam kondisi seperti itu, pemerintah akhirnya memilih berutang untuk bayar utang. Inilah yang tidak dihitung secara matang oleh pemerintahan Jokowi, ujung-ujungnya lebih besar pasak dari tiang,” sebut tokoh rumah amanat rakyat (RAR) itu.

“Yang nantinya, berdampak bisa menjadi negara gagal dan berakibat kepada kebangkrutan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, utang pemerintah pusat sampai akhir Juli 2017 telah mencapai Rp3.779,98 triliun. Kantor berita Antara, kemarin, mengabarkan 80,6 persen dari utang tersebut berasal dari penerbitan surat berharga negara (SBN) dan pinjaman sebesar Rp734,98 triliun atau 19,4 persen. [beritaislam24h.info / akt]